Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara DPRD Lampura Dukung Wacana Pemutusan Kontrak Pengelola Parkir RSU Ryacudu

DPRD Lampura Dukung Wacana Pemutusan Kontrak Pengelola Parkir RSU Ryacudu

310
BERBAGI
Mesin parkir yang dikelola oleh PT. Oto Guardian Solusi yang diduga menjadi biang kekesalan warga.
Mesin parkir yang dikelola oleh PT. Oto Guardian Solusi yang diduga menjadi biang kekesalan warga.

Feaby Handana |Teraslampung.com

Kotabumi–DPRD Lampung Utara menyetujui rencana pemutusan kontrak kerja sama pihak Rumah Sakit Umum Ryacudu Kotabumi dengan pengelola parkir elektronik yang dikelola oleh PT. Guardian Oto Solution (GOS).

“Jelas kami sangat setuju sekali dengan rencana pemutusan kontrak itu,” ‎tegas anggota Komisi I DPRD Lampung Utara, Herwan Mega di gedung legislatif, Senin (23/12/2019).

Banyak alasan yang membuatnya begitu yakin untuk mendukung rencana itu, di antaranya perolehan pendapatan parkir yang cenderung tidak masuk akal dan tidak adanya lahan parkir bertingkat (double decker) seperti yang dijanjikan.

“Masa tiap bulannya menurun terus retribusi yang mereka setorkan ke daerah. Terakhir informasinya cuma Rp6 juta/bulan,” papar politisi asal Partai Demokrat itu.

Di lain sisi, sumber tepercaya ‎di lingkungan RSUR mengatakan, ‎pihak pengelola parkir terkesan tidak bertanggung jawab terhadap hilangnya sepeda motor di lingkungan tersebut meski telah berulang kali terjadi. Sepengetahuannya telah tiga kali terjadi insiden kehilangan sepeda motor di lahan parkir itu.

“Terakhir, sepeda motor Honda Mega Pro milik pegawai RSUR yang hilang di bulan Agustus lalu,” kata dia. ‎
Sebelumnya, lantaran dinilai melanggar perjanjian kerja sama, manajemen Rumah Sakit Umum Ryacudu, Kotabumi, Lampung Utara bakal memutus kontrak kerja sama pihak pengelola parkir elektronik yang dikelola oleh PT. Guardian Oto Solution sejak tahun 2017 silam.

“Mereka (PT. GOS) sudah banyak wanprestasi selama ini. Jadi, kami berencana memutus kontrak kerja sama dengan mereka,” tegas Pelaksana Tugas Direktur RSUR Kotabumi, Syah Indra Husa Lubis, pekan lalu.

Salah satu pelanggaran kontrak kerja sama yang dilakukan oleh ‎pihak pengelola parkir itu ialah gagal menyediakan lahan parkir bertingkat (Double decker). Padahal, Double decker jelas tertera dalam perjanjian awal kerja sama.

“Sampai sekarang Double decker itu enggak ada,” jelasnya.

‎Sejak tahun 2017 silam, lahan parkir di RSUR dikelola oleh PT. GOS dengan menggunakan sistem elektronik. Sistem ini diharapkan akan mampu memaksimalkan perolehan pendapatan asli daerah yang selama ini dikelola dengan sistem manual.

Sayangnya, dalam perjalanannya, pengelolaan parkir di sana banyak menuai keluhan. Mulai dari besaran tarif parkir, ketidaktersediaan tiket parkir, ‎hingga kabar tentang raibnya helm atau sepeda motor yang terparkir.

Loading...