Beranda Ruwa Jurai Bandarlampung DPRD Tolak Dua Proyek Fly-over, Ini Kata Walikota Bandarlampung

DPRD Tolak Dua Proyek Fly-over, Ini Kata Walikota Bandarlampung

100
BERBAGI
Walikota Bandarlampung, Herman HN

TERASLAMPUNG.COM — Wali Kota Bandarlampung Heman HN mengaku heran dengan dengan sikap Komisi III DPRD Bandarlampung yang menolak rencana dua proyek pembanginan jembatan layang (fly-over) pada 2020.

Wali kota dua periode ini meminta komisi III untuk membuka mata dan turun langsung mengecek kemacetan yang ada di lokasi tersebut. Menurutnya, pembangunan dua jembatan layang itu bisa menjadi solusi untuk mengurai kemacetan.

“Seharusnya mereka turun ke lapangan. Lihat kemacaten di daerah itu. Lihat, macat apa tidak. Pembangunan fly over kan untuk masyarakat,” katanya, Kamis, 14 November 2019.

Menurutnya, Komisi III tidak memahami persoalan yang ada. “Ya biarkan saja. Nanti dipentung orang yang macet-macet itu. Tolak-tolak aja, biar mereka dipentungin orang-orang yang macet,” ujarnya.

Komisi III menolak rencana pembangunan Flyover di Sultan Agung karena Kementerian Perhubungan berencana akan mengalihkan jalur babaranjang dari jalur kota, Heman menilai itu tak bisa dijadikan alasan karena belum jelas.

Sebelumnya, Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandar Lampung secara tegas meminta untuk mengkaji ulang rencana pembangunan flyover di Sultan Agung pada 2020 mendatang.

Ketua komisi III DPRD Bandarlampung, Yuhadi,  meminta Dinas Pekerjaan Umum untuk mengkaji ulang rencana pembangunan flyover di Sultan Agung yang menyebrangi perlintasan kereta api.

“Kami  sepakat untuk meminta kajian yang mendalam, kenapa Flyover di persilangan Kereta Api di jalan Sultan Agung harus dibangun, sedangkan rencana pemerintah pusat pada 2021 mendatang, kereta babaranjang tidak akan melintasi wilayah Kota Bandar Lampung pada 2022,” katanya.