Beranda Ruwa Jurai Dr. Rina Marlina: Alumnus BPUN Waykanan Harus Mandiri

Dr. Rina Marlina: Alumnus BPUN Waykanan Harus Mandiri

211
BERBAGI
Dt. Rina Marlina
WAYKANAN, Teraslampung.com–Kemandirian adalah suatu keadaan di mana individu memiliki hasrat bersaing untuk maju demi kebaikannya dan dapat melakukan sesuatu tanpa bantuan orang lain. Ketua TP PKK Waykanan yang juga penasehat Pesantren Kilat Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (Sanlat BPUN) Waykanan 2015 Dr Rina Marlina meminta para alumni program tersebut untuk mampu mandiri.
     
“Kita harus pintar – pintar dalam mencari peluang usaha agar tidak membebankan orang tua lagi dan sifat mandiri harus ada pada diri pribadi masing – masing. Dikarenakan bahwa kita tidak selamanya bersama orang tua,” ujar istri Bupati Waykanan itu di Blambangan Umpu, Rabu (3/6).
    
 BPUN merupakan program utama Yayasan Mata Air yang bekerja sama dengan GP Ansor. Program tahunan sejak 2007 tersebut memiliki tujuan yaitu mengantarkan sebanyak-banyaknya pelajar untuk melanjutkan kuliah di PTN dengan program studi beragam, seperti Kedokteran, Teknik, Ekonomi, Psikologi, Hubungan Internasional, Pertanian, dan lain-lain.
     
Rina berharap, alumni BPUN Waykanan bersungguh – sungguh dalam belajar menjelang pelaksanaan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) pada 9 Juni 2015 mendatang. 
“Berusahalah menjadi diri sendiri dan pribadi yang mandiri,” katanya lalu mencontohkan bahwa anaknya sejak SMP sudah mampu mencari uang sendiri tanpa bantuan ayah dan ibunya karena telah ditanamkan modal mandiri.
     
Dr Rina sangat berharap agar para peserta dapat diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN), bukan hanya di Lampung, tapi di seluruh Indonesia. “Untuk itulah kami dari TP PKK Kabupaten Waykanan berupaya mendukung penuh kegiatan BPUN yang merupakan program dari Yayasan Mata Air sebagai jalanbagi siswa – siswi Waykanan yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang universitas agar mendapatkan bekal dalam mengikuti tes,” ujarnya.
     
Sanlat BPUN Waykanan 2015 berlangsung di Pondok Pesantren Tahfidzul Quran, Blambangan Umpu, Waykanan. Kegiatan yang menghadirkan narasumber sejumlah praktisi wirausaha itu diikuti pelajar dari empat sekolah di daerah itu, yakni SMAN1 Blambangan Umpu,  SMAN2 Blambangan Umpu, SMAN1 Baradatu dan  SMAN2 Gunung Labuhan. 
Kegiatan tersebut juga memberikan bekal kecakapan hidup berupa keterampilan jurnalistik kepada peserta. Pengajar utama kelas ini adalah Gatot Arifianto, Koordinator The Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) Lampung, yang juga anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandarlampung.
     
Sekretaris PAC GPAnsor Baradatu Veri Triyono juga berpartisipasi memotivasi peserta BPUN Waykanan 2015. Veri merupakan pedagang kosmetik keliling yang kini menjadi mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Maarif Baradatu. Setelah selesai kuliah program sarjana (S-1), Veri, anak ketiga pasangan Parjono (55) yang bekerja sebagai tukang ojek dan  Sri Harjiah (45) itu, menyatakan ingin terus belajar melanjutkan studi hingga S-2 Ekonomi Syariah. 
Rl/Dicky Afrizal
Loading...