Drama di Balik Penetapan Panitia Pilwabup Lampung Utara

  • Bagikan

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–‎Pimpinan sidang paripurna DPRD Lampung Utara ternyata bisa tidak kompak juga dengan para anggotanya. Buktinya, keinginan pimpinan sidang untuk memberi kesempatan Bupati menjawab pertanyaan ditolak mentah – mentah oleh anggotanya.

“Kalau bupati disuruh sampaikan bakal sebab jawaban, enggak bisa itu‎. Terima kasih pimpinan,” tegas anggota DPRD Lampung Utara, Guntur Laksana dalam sidang paripurna penyampaian Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun 2021, Senin (27/9/2021).

Pernyataan Guntur ini langsung dijawab oleh Madri Daud selaku pimpinan sidang yang menggantikan Ketua DPRD, Romli yang berhalangan hadir.

Menurutnya, inilah alasannya mengapa sejak awal ia menanyakan pada koleganya apakah bupati diizinkan untuk menjawab pertanyaan yang disampaikan secara langsung atau tidak.

“Terima kasih. Tadi kan sudah saya tawarkan kawan – kawan, boleh tidak bupati menyampaikan apa yang diinterupsi. Kata kawan – kawan sepakat,” jelas Madri.

Belum selesai ia berbicara, perkataannya dipotong oleh mantan Ketua DPRD Lampung Utara, Rahmat Hartono. Sembari mengizinkan Rahmat berbicara, sayup – sayup terdengar perkataan yang bernada kekesalan dari Madri Daud.

“Saya juga punya hak otoriter juga. Punya hak juga,” katanya yang terdengar jelas melalui pengeras suara.

Di lain sisi, Rahmat yang telah diizinkan untuk berbicara mengatakan bahwa bupati tidak perlu menjawab interupsi dari para anggota DPRD. Alasannya ini sidang paripurna dan bukanlah sebuah diskusi atau tanya jawab.

“Kalau soal jawaban pak bupati, dicatat saja pak bupati kalau tahan. ‎Kapan – kapan kalau ada yang minta jawaban, ya jawab, tapi bukannya sekarang,” kata Rahmat.

‎Penolakan sama juga disampaikan oleh Nurdin Habim, anggota DPRD Lampung Utara dari Partai Gerindra. Menurutnya, sidang paripurna memiliki aturan yang harus dijalankan oleh para peserta sidang. Selain itu, jawaban bupati malah akan kembali memancing pertanyaan atau jawaban dari koleganya.

“Kalau seandainya disampaikan di sini, secara otomatis akan ada jawaban lagi dari anggota. Sementara bupati itu adalah simbol dari masyarakat Lampung ‎Utara,” papar dia.

Untungnya, suasana yang cenderung memanas itu akhir cepat diredam oleh Madri Daud dengan mengambil keputusan untuk menunda sidang selama lima belas menit sebelum Nurdin Habim berbicara tentang hal di atas. Penundaan ini untuk menentukan perlu atau tidaknya penetapan komposisi panitia pemilihan wakil bupati ditetapkan sekarang juga atau tidak. Sidang akhirnya dilanjutkan dengan pengumuman penetapan komposisi panitia pemilihan wakil bupati.

  • Bagikan
You cannot copy content of this page