Beranda Teras Berita Drs. Togog

Drs. Togog

309
BERBAGI

Willy Pramudya

Saat membaca ulang cerpen “Saran ‘Groot Major’ Prakoso” karya Y.B. Mangunwijaya (1998) muncul tokoh sampingan yang menarik perhatian saya. Tokoh sampingan itu bernama Togog, yang sebelumnya tak mendapatkan perhatikan saya. Ketika membaca tokoh ini dengan cermat saya teringat sesuatu.

Selama ini banyak orang menyebut adanya profesor di balik “perjuangan suci” Pangeran Lesmono Emoh Legowo dalam meraih kekuasaan. Namanya Prof Sengkuni yang akhir-akhir ini banyak di-“buli” orang di medsos. Tapi agaknya orang lupa bahwa selain Sengkuni ada sosok lain bernama Togog.

Siapakah Togog? Mungkin kini dia sudah bergelar doktor dan mungkin sering jadi pengamat di TV Oon. Dalam cerpen itu si Togog digambarkan bergelar drs. Seperti apakah Togog? Sila baca sendiri cara Mangun mendeskripsikannya:

Togog (dok wayangwordpress.com)

“….. Begini. Togog itu saudaranya satu telur dari Semar, tahu kan Semar? (…. ) Nah, Togog mirip Semar. Mulutnya terlalu besar karena pernah serakah memakan gunung lalu sobek, maunya biar sakti. Tetapi berjiwa budak dengan pikiran rendah kacau. Lucunya selalu dijadikan kacung penunjuk jalan tentara raksasa. Sebabnya? Doktorandus Togog ini, ini ciri khasnya, tahu alamat banyak karena suka berganti majikan, menghamba pada macam-macam dan sembarang orang tetapi tuan yang dipilihnya itu lalim (koruptor, kolusi, nepotisme), ya, semacam itu, tetapi yang menurut perkiraan akan menang. Padahal, kalah selalu. Bunglon hanya berganti warna, tapi Togog bunglon otak kucing, tak kenal kesetiaan. Itu Togok, figur konyol serakah dan plin plan.”

(Sila bandingkan sendiri dengan Togog versi Wikipedia)

Catatan:
1. Cerpen “Saran ‘Groot Majoor’ Prakoso” bertanda 10 Mei 1998 ini, pernah dimuat di Kompas dan masuk dalam antologi cerepen Derabat, Cerpen Pilihan Kompas 1999, Kompas, Jakarta 1999. Pada 2001 Penerbit Bentang Budaya dengan maksud menyeleksi dan mengumpulkan cerpen-cerpen bertemakan kondisi sosial menjelang keruntuhan Orde Baru berhasil menerbitkan sebuah buku SOEHARTO DALAM CERPEN INDONESIA, Y.B Mangunwijaya, dkk.)

2. Togog versi Wayang dapat.dilihat di http://id.wikipedia.org/wiki/Togog

Loading...