Beranda Teras Berita Dua Bandar Narkoba Kelas Kakap Diringkus Tim Opsnal Polda Lampung

Dua Bandar Narkoba Kelas Kakap Diringkus Tim Opsnal Polda Lampung

207
BERBAGI

Zainal Asikin/Teraslampung.com 

Ilustrasi tersangka narkoba

BANDARLAMPUNG-Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung, meringkus dua bandar sabu-sabu dan ekstasi kelas kakap, Nurochman (43) warga Kelurahan Hanura Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran dan Mey Wantoro (32) warga Pringsewu, Kamis (11/6) lalu sekitar pukul 11.00 WIB.

Dari tangan keduanya, polisi menyita dua paket besar sabu seberat 50 gram, 73 butir pil ekstasi, lima buah timbangan digital, 10 bandel plastik klip, enam unit handphon, satu pucuk senjata api rakitan jenis revolver, uang tunai Rp 365 ribu, satu unit sepeda motor Honda Vario warna merah tanpa plat dan satu unit mobil Toyota Avanza warna hitam No. Pol BE 633 RI.

Direktur Narkoba Polda Lampung, AKBP Augustinus B. Pangaribuan melalui Kasubdit II AKBP Ivan Setyadi, mengatakan, penangkapan keduanya berawal dari informasi masyarakat bahwa di rumah tersangka Nurochman sering terjadi peredaran gelap narkotika. Kemudian tim opsnal subdit II melakukan penyelidikan ditempat yang dimaksud dan langsung melakukan penggrebekan.

“Saat petugas datang, kedua tersangka sedang asyik duduk diteras rumah Nurochman. Ketika petugas turun dari mobil, kedua tersangka sempat melarikan diri kedalam rumah dan langsung menutup pintu. Petugas terpaksa mendobrak pintu dan langsung menangkap keduanya,”kata Ivan, saat ekspose kasus di Polda Lampung, Selasa (16/6).

Pada saat akan ditangkap, kata Ivan, salah satu tersangka bernama Mey Wantoro membuang satu setengah butir pil ekstasi diteras depan rumah tersebut. Ketika diinterogasi, Mey Wantoro membenarkan jika barang bukti ekstasi yang dibuangnya itu adalah miliknya yang baru saja dibeli dari Nurochman seharga Rp 400 Ribu.

“Saat dilakukan penggeledahan didalam rumah tersangka Nurochman, banyak sekali ditemukan petugas barang bukti narkoba sabu-sabu seberat 50 gram, 73 butir pil ekstasi, lima buah timbangan digital. Petugas juga menemukan satu pucuk senjata api rakitan jenis revolver, selanjutnya kedua tersangka dan barang bukti dibawa kekantor guna pemeriksaan lebih lanjut,”jelasnya.

Ivan menjelaskan, dari hasil pemeriksaan, Nurochman mengaku mendapatkan sabu-sabu itu dari seseorang berinisial BOS (DPO) yang diketahui warga Aceh, sebanyak 100 gram dengan harga senilai Rp 95 juta dan 100 butir ekstasi seharga Rp16 juta. Setiap transaksi, tersangka bertemu dengan suruhan BOS (kurir) di pinggir jalan di Desa Sidodadi, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran. Sedangkan untuk cara pembayarannya, jika barang haram tersebut laku terjual semua.

“Tersangka Nurochman ini, sudah 10 kali membeli barang haram tersebut dengan Bandar berinisial BOS (DPO) . Tersangka melakoni bisnis jual narkoba sejak tahun 2014 lalu, dimana hasil penjualan tersebut digunakan untuk membiayai kuliah anaknya di Bandung, Jawabarat. Yang jelas, kasus ini masih kita kembangkan lagi,”tandasnya.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan pasal 114 dan 112 UU RI No.35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun penjara.

Loading...