Beranda Hukum Kriminal Dua Begal Sepeda Motor Asal Lamtim Diringkus Tim Jatanras Polda Lampung

Dua Begal Sepeda Motor Asal Lamtim Diringkus Tim Jatanras Polda Lampung

150
BERBAGI
Ilustrasi (dok kaskus..co.id)

Zainal Asikin/teraslampung.com

BANDARLAMPUNG–Dua begal asal Lampung Timur, Basrah (21) warga Malinting, Jabung dan Afkur (25) warga Labuhan Maringgai,  ditangkap petugas Unit Jatanras Subdit III Direktorat Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Lampung di rumahnya masing-masing, pada Rabu (27/5). Dari tangan tersangka, polisi menyita satu pucuk senjata api rakitan jenis Colt 38 dan tiga butir amunisi aktif.

Kasubdit III Jatanras Ditkrimum Polda Lampung, AKBP Ruli Andi Yunianto mengatakan, kedua tersangka Basrah dan Afkur merupakan Target Operasi (TO) kami selama ini. Keduanya kerap melakukan aksi pencurian sepeda motor dan pembegalan, diwilayah Bandarlampung bersama dua tersangka lain berinisial F dan H yang saat ini belum dapat ditangkap (DPO).

“Saat kami tangkap di rumahnya, keduanya tidak melakukan perlawanan. Dari tersangka Basrah, kami sita satu pucuk senjata api rakitan jenis Colt 38 bergagang kayu berikut tiga butir amunisi aktif. Untuk barang bukti motor hasil curian tidak kami temukan karena sudah dijual oleh tersangka,“ kata Ruli saat ditemui Teraslampung.com di ruangannya, Kamis (28/5).

Menurut Ruli, dalam menjalankan aksinya pelaku berjumlah empat orang dan mereka bersama-sama menggunakan sepeda motor serta memiliki peran masing masing. Tersangka Basrah yang ‘memetik sepeda motor’ langsung dan tersangka Afkur yang mengawasi keadaan sekitar.

“Untuk dua pelaku lain F dan H (DPO), menunggu diatas motor yang berjarak tidak jauh dari lokasi pencurian. Komplotan Basrah Cs ini, dalam menjalankan aksinya selalu menggunakan senjata api dan senjata tajam dan mereka tidak segan-segan untuk melukai korbannya jika melawan,”tutur Ruli.

Dari keterangan kedua tersangka, Ruli menjelaskan, komplotan Basrah Cs mengaku sejak bulan September 2012 lalu melakukan aksi pencurian dan pembegalan motor di wilayah Kota Bandarlampung. Dalam melakukan aksi pencurian, para pelaku menggunakan kunci latter T untuk merusak kunci kontak sepeda motor milik korban yang berada diparkirkan.

“Kalau dari pengakuannya, keduanya mengaku sudah delapan kali mencuri motor diwilayah Kota Bandarlampung. Namun akan kita kembangkan lagi, untuk mengungkap TKP lain yang dilakukan kedua tersangka. Dalam aksinya, Basrah dan Afkur selalu membawa senjata api dan senjata tajam jenis pisau. Sepeda motor hasil curian, dijual oleh tersangka F dan H warga Melinting, Jabung, Lampung Timur dengan harga bervariasi antara Rp 2,5 juta hingga Rp 3 juta,”terangnya.

Penangkapan kedua tersangka Basrah dan afkur, berdasarkan dari hasil penyelidikan petugas di lapangan.

Sebelumnya petugas mendapat banyaknya laporan dari korban, yang melapor telah kehilangan sepeda motor ketika sedang berada diparkirkan. Dari laporan itu, langsung kami tindak lanjuti dan melakukan penangkapan terhadap tersangka.

“Para korban yang telah melaporkan kehilangan sepeda motornya, Zulfan dan Adrian keduanya kehilangan sepeda motor Honda Beat dan Honda Supra X yang sedang diparkirkan didepan rumah makan didaerah Tanjungkarang Timur, Bandarlampung beberapa waktu lalu. Saat sepeda motor itu hilang, dalam keadaan terkunci stang dan pemiliknya sedang shalat jum’at di masjid depan rumah makan tersebut,“jelasnya.

Kedua tersangka akan dijerat dengan UU darurat No. 12 tahun 1951 Pasal 1 ayat (1) tentang kepemilikan, menyimpan senjata api dan Pasal 363 ayat (2) KUHPidana tentang pencurian dengan pemberatan.

Loading...