Dua Begal Sepeda Motor Diringkus Polisi

  • Bagikan
ersangka Romi dan Juliardi ketika diperiksa di Polresta Bandarlampung, Kamis (5/4).

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Dua orang tersangka pembegalan pengendara sepeda motor, ,Romi (18) dan Juliardi (20), ditangkap petugas Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandarlampung, Rabu malam, 4 Maret 2015,4/3) sekitar pukul 23.00 WIB.

Menurut Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Dery Agung Wijaya, keduanya ditangkap setelah petugasnya mendapatkan laporan dari korban Rian (22), warga Sukarame, Bandarlampung yang telah menjadi korban  begal,

“Petugas kemudian melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap kedua tersangka. Kedua pelaku begal Romi dan Juli, berhasil ditangkap oleh petugasnya dirumahnya masing-masing tanpa ada perlawanan,” kata Dery.

Dari tangan kedua tersangka, diamankan satu unit sepeda motor Yamaha Vixion warna merah tanpa plat nomor kendaraan. Guna pemeriksaan dan pengembangan lebih lanjut, kedua tersangka selanjutnya dibawa ke Mapolresta bersama barang bukti satu unit sepeda motor yang diduga sebagai barang hasil curian.

Kepada polisi yang memeriksanya,  Romi, warga Kelurahan Gedongair, Bandarlampung, mengaku sudah tiga kali melakukan aksi pembegalan. Sedangjab tersangka Juli mengaku baru sekali ikut melakukan aksi pembegalan semua aksi pembegalan yang dilakukan kedua tersangka yakni diwilayah hukum Polresta Bandarlampung.

Berdasarkan dari catatan kepolisian, keduanya sudah 10 kali melakukan aksi pembegalan di wilayah hukum Polresta Bandarlampung.

Sepeda motor hasil dari pembegalan, sambung mantan Kapolsek Natar Lampung Selatan, dijual oleh kedua tersangka kepada penadahnya ke lokasi yang berbeda-beda dengan harga bervariasi dari harga Rp 2 juta hingga 3 juta, uang dari hasil penjualan dibagi rata. Sementara yang menjual motor hasil dari curian yakni rekannya bernama Wawan.

Wawan sendiri udah lebih dulu ditangkap petugasnya sekitar empat bulan lalu dan saat ini tersangka Wawan sudah menjalani proses sidang.

“Modus operandi kedua tersangka berbeda-beda. Antara lain berpura-pura kenal dengan korban, memepet korban saat mengendarai sepeda motor, dan menghentikan kendaraan milik korban lalu merampas motor korban dan mengancam korbannya menggunakan senjata api mainan.

“Setelah itu sepeda motor korban dibawa kabur oleh kedua tersangka, sebelum tertangkap, keduanya melakukan pembegalan di Jalan Jenderal Sudirman, Pahoman Bandarlampung, pada Rabu malam (3/4) sekitar pukul 21.00 WIB,”jelasnya.

Menurut Dery, pihaknya masih melakukan pengembangan dan penyelidikan kembali untuk dapat mengungkap penadah barang hasil curian dan TKP lain yang dilakukan oleh kedua tersangka.

“Kedua tersangka saat ini masih menjalani pemeriksaan, dan keduanya akan disangkakan dengan Pasal 365 KUHP dengan ancaman 12 tahun penjara dan Pasal 363 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara,”pungkasnya.

  • Bagikan
You cannot copy content of this page