Beranda Hukum Kriminal Dua Bulan Buron, Pembunuh Pelajar SMA di Arena Organ Tunggal Dibekuk Polisi

Dua Bulan Buron, Pembunuh Pelajar SMA di Arena Organ Tunggal Dibekuk Polisi

123
BERBAGI

Zainal Asikin/Teraslampung.com 

Tersangka Hendri Antoni saat diperiksa di Polsek Tanjungkarang Barat. 

BANDARLAMPUNG-Tim Opsnal Polsekta Tanjungkarang Barat, meringkus Hendri Antoni (25), pembunuh Aldo Bendrawan (16) pelajar SMA di arena organ tunggal di Jalan Imam Bonjol Bandarlampung , dua bulan lalu,  diringkus polisi. Hendri ditangkap polisi saat sedang pulang ke rumahnya di Jalan Imam Bonjol Gang Putra 1 No. 35, Kelurahan Langkapura Lama, Bandarlampung, Sabtu (23/5) sekitar pukul 21.00 WIB.

Kapolsekta Tanjungkarang Barat, Kompol Heru Adrian menuturkan, tersangka Hendri Antoni masuk  DPO (daftar pencarian orang) begitu kabur setelah menusuk Aldo Bendrawan hingga korban meninggal.  Korban meninggal dunia akibat  tiga luka tusukan di tubuhnya.

“Tiga tusukan itu, dua tusukan dibagian perut dan satu tusukan lagi di bagian dada hingga mengenai paru-paru. Sejak kejadian penusukan, pihak keluarga korban sudah melaporkannya. Kedua tersangka, Hendri dan U,  kami tetapkan sebagai DPO,”kata Heru, Minggu (24/5).

Saat diperiksa polisi, tersangka Hendri mengaku menusuk korban saat dalam mabuk minuman keras di acara organ tunggal. Ia menusuk Aldo karena cemburu saat melihat Aldo berjoget di atas panggung dengan biduan yang diincarnya untuk dijadikan pacarnya.

Ketika  korban dan tersangka sama-sama berjoget di atas panggung,  keduanya bersenggolan. Hal tersebut dimanfaatkan tersangka Hendri langsung menusuk korban sebanyak tiga tusukan, pisau yang digunakan untuk menusuk korban memang sudah dibawa tersangka dari rumah. 

“Tersangka U ikut terlibat melakukan penganiayaan, yakni dengan menginjak dan menendang korban saat korban sudah tersungkur setelah ditusuk Hendri. U adalah teman Hendri, keduanya datang bersama pada acara hiburan organ tunggal itu. Saat ini tersangka U (buron), masih dalam pengejaran petugas,” kata Heru.

Heru memaparkan, berdasarkan keterangan dari saksi teman korban dan saksi lain di lokasi kejadian perkara, terjadinya penusukan terhadap Aldo Bedrawan (16) warga Gang Randu, Kelurahan Sumber Rejo, Kemiling, Bandarlampung di sebuah acara resepsi pernikahan yang menggelar hiburan organ tunggal di Jalan Imam Bonjol Gang Senin, Kelurahan Langkapura, Bandarlampung, Minggu (22/3/2015) lalu sekitar pukul 24.00 WIB.

Korban pada saat itu bersama temannya datang ke acara hiburan organ tunggal, korban lalu berjoget diatas panggung bersama biduan. Tidak diketahui masalahnya apa saat korban sedang berjoget, tiba-tiba langsung ditusuk tersangka Hendri Antoni sampai tiga kali tusukan. Korban pun langsung terjatuh dari atas panggung, dan tersungkur ke tanah.

Setelah korban terkapar akibat luka tusukan, salah satu teman pelaku berinisial U (masih buron) menginjak-injak korban. Setelah itu, keduanya langsung kabur melarikan diri. Warga sekitar yang berada dilokasi kejadian, sempat mengejar kedua pelaku namun keduanya berhasil lolos dari kejaran warga.

Selanjutnya, warga sekitar membawa Aldo ke Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek (RSUAM). Setelah dirawat di ruang ICU, dan korban mengalami koma selama kurang lebih satu bulan. Aldo mengembuskan napas terakhir di ruang ICU RSUAM pada 23 April 2015 lalu.

Pelaku akan dijerat dengan  Pasal 351 ayat (3) KUHPidana tentang penganiayaan berat yang mengakibatkan korbannya menginggal dunia dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Loading...