Beranda Hukum Dua Buruh Bongkar Muat Pelabuhan Panjang Tewas Keracunan Gas

Dua Buruh Bongkar Muat Pelabuhan Panjang Tewas Keracunan Gas

322
BERBAGI
Jasad Sahludin Alupi,sopir truk yang tewas keracunan gas bungkil sawit dari dalam kapal KM Horai di Pelabuhan Panjang, Bandarlampung, Selasa (27/10).
Jasad Sahludin Alupi,sopir truk yang tewas keracunan gas bungkil sawit dari dalam kapal KM Horai di Pelabuhan Panjang, Bandarlampung, Selasa (27/10).

Teraslampung.com– Jumen  dan Udin, dua buruh bongkar  muat di Pelabuhan Panjang, Bandarlampung, meninggal akibar keracunan gas, Selasa pagi (27/10). Gas amoniak itu diduga kuat berasal dari sebuah kapal pengakut karnel (biji kelapa sawit) yang sandar di Pelabuhan Panjang, Selasa pagi.

Selain dua korban meninggal, tiga buruh lainnya juga keracunan gas amoniak. Mereka adalah Tengnuri, Muhidin, dan Nuriti.Namun, nyawa ketiganya bisa diselamatkan. Mereka saat ini masih dirawat di RSU Abdoel Moeloek Bandarlampung.

Nana (40), rekan korban, mengaku peristiwa nahas yang  menimpa kelima kawannya itu bermula saat kapal pengangkut karnel biji kepala sawit tiba di pelabuhan panjang untuk bongkar muat  Selasa  (27/10) sekitar ;pukul 08.00 WIB.

“Pagi itu ada bongkaran kapal bawa karnel. Buruh yang kerja ada empat satu mandor.  Begitu palka  kapal dibuka, empat buruh yang kerja itu  pingsan.  Karena lihat temen- temen pingsan, buruh lain berlarian mau  membantu, termasuk Udin, salahsatu sopir mobil di pelabuhan.  Udin yang awalnya mau bantu malah  ikut pingsan,” katanya.

dr Tony, petugas medis rumah sakit umum Abdoel Moeluk, mengatakan penyebab tiga buruh  Tengnuri, Muhidin dan Nuriti pingsan diduga terkena gas amoniak yang berasal dari biji kelapa sawit yang ada di dalam kapal.

“Mereka ini menghirup gas amoniak, dan ini yang diduga menyebabkan mereka pingsan,”ujar Toni.

buruh pelabuhan panjang tewas
Jasad salah satu buruh bongkar muat kapal pelabuhan panjang saat di Puskesmas Rawat Inap Panjang, Bandarlampung, Senin (27/10).

Adi Pewakilan  Koperasi Tenaga Kerja Buruh Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Panjang,  mengatakan pihaknya selaku organisasi tetap bernaung para buruh di Pelabuhan Panjang akan bertanggung jawab atas musibah yang dialami para buruh itu.

Sedangkan untuk proses hukum, sambung Adi pihaknya menyerahkan ke pihak yang berwajib.

“Kami tetap mendukung anggota kami yang kena musibah ini.  Hanya permasalahnnya kan ada yang bukan anggota kami, yakni Udin dia sopir di pelabuhan. Tetapi  kita  upayakan mencari solusi yang terbaik,” katanya.

Mas Alina Arin/BM/Zainal Asikin

Loading...