Beranda Teras Berita Dua Hari Lagi. Presiden SBY akan Ambil Penanganan Kabut Asap di Riau

Dua Hari Lagi. Presiden SBY akan Ambil Penanganan Kabut Asap di Riau

161
BERBAGI

Dewi Ria Angela/Teraslampung.com


Warga Singapura terkena dampak asap dari Riau (dok Setkab)

Jakarta–Kabut asap yang melanda Provinsi Riau telah mencemaskan banyak pihak. Setelah meminta proses hukum pembakar hutan di Riau dipercepat, kini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kembali menginstruksikan kepada menteri terkait untuk segera melakukan operasi tanggap darurat mengatasi bencana kebakaran hutan dan lahan di Riau.

“Jika dalam waktu 1-2 hari ini Pemda Riau dan para menteri tidak bisa mengatasi, kepemimpinan dan pengendalian akan saya ambil alih,” kata Presiden SBY melalui akun twitter @SBYudhoyono yang diunggah Kamis (13/3) malam.

Presiden menilai proses tanggap darurat untuk mengatasi bencana asap masih belum maksimal. Padahal, dalam rapat paripurna kabinet pada 27 Februari lalu Presiden telah menginstruksikan jajaran pemerintah pusat dan daerah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatasi bencana asap ini. Operasi penanganan juga melibatkan unsur TNI dan Polri.

Sampai kini dilaporkan kondisi udara di Pekanbaru, ibukota Riau, makin buruk. Kabut asap terlihat makin tebal sehingga banyak warga mengalami iritasi pernapasan.

“Malam ini saya telah instruksikan lagi agar para menteri terkait segera lakukan operasi tanggap darurat, dengan menggunakan semua cara dan alat,” SBY menegaskan dalam akun twitter tersebut.

Upaya penidakan terhadap para pembakar lahan, terutama terhadap korporasi, telah dilakukan. Namun setiap tahun masih juga terjadi pelanggaran. Untuk itu Presiden mengingatkan kembali perlunya dibangun tanggung jawab dan kesadaran bersama untuk berhenti membakar ladang secara serampangan. Tanpa kerja sama dan kesadaran masyarakat upaya ini akan tidak maksimal.

“Meskipun Polri telah menetapkan 37 tersangka dan mereka akan diadili, tetapi kalau setiap tahun masih membakar, bencana akan terjadi lagi,” ujar Presiden SBY.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, mengancam akan mengambil alih kepemimpinan kabut asap di Provinsi Riau yang sudah masuk dalam tahap berbahaya. Kalau sampai satu atau dua hari ke depan belum juga bisa diselesaikan.

Pada 2013 lalu Presiden SBY meminta maaf kepada negara tetangga, yakni Singapura dan Malaysia,  akibat adanya ‘ekspor’ kabut asap yang mengganggu aktivitas warga kedua negara.

Sementara itu, pihak Angkasa Pura II telah menghentikan penerbangan komersial di Bandara SSK II selama tiga hari karena jarak pandang yang terganggu akibat kabut asap. Tentunya, inilah salah satu yang membuat Presiden SBY bertindak tegas.

Loading...