Dua Jasad Kerabat Taswin Ditemukan di Lokasi Berbeda di Kebun Karet PTPN VII

  • Bagikan

Zainal Asikin/Teraslampung.com

Taswin  (baju biru) bersama pamannya mengadukan kasus pembunuhan dua kerabatnya yang sudah 3,5 tidak terungkap, di Kantor Kapolda Lampung di depan Bambu Kuning Square (BKS), Kamis (25/2/2016).

BANDARLAMPUNG-Usai mengadukan keluhan terkait kasus pembunah yang belum terungkap setelah 3,5 tahun lalu, Taswin menceritakan, kedua jasad wanita kerabatnya bernama Wartimah (45) dan Paryanti (20) keduanya warga Dusun 1Desa Morgodadi, Kecamatan Waylima, Peswaran ditemukan sudah tak bernyawa dengan terpisah di perkebuan karet PTPN VII, Pesawaran, Kamis (27/9/2012) lalu.

“Warga pertama menemukan jasad Paryanti di areal perkebunan PTPN VII affdeling 3 Dusun Sumber Agung, Desa Wayharong, Kecamatan Waylima, Kamis (27/9/2012) sekitar pukul 11.00 WIB,”kata Taswin kepada teraslampung.com, Kamis (25/2/2016).

Menurutnya, saat ditemukan mayat Paryanti mengenakan baju hijau dan celana jeans yang sudah terbuka hingga sebatas lutut, lalu tangan dan kakinya posisi terikat.

“Ya kalau dugaan saya, sebelum di bunuh Yanti juga di setubuhi dulu dengan pelaku,”ujarnya.

Kemudian dihari yang sama, kata Taswin, sekitar pukul 16.00 WIB warga menemukan Wartimah (Ibunya Paryanti) sudah tak bernyawa di areal perkebunan karet PTPN VII afdeling 2 Dusun Sumbersari 4, Desa Sumbersari, Kecamatan Gedong Tataan.


BACA: Warga Adukan Kasus Pembunuhan yang 3,5 Tahun Hilang Mak Jelas

“Saat ditemukan, mengenakan baju lengan panjang warna ungu kombinasi putih motif bunga. Celana panjang warna hitam, sandal warna coklat dan kerudung warna hitam,”terangnya.

Selanjutnya, kedua mayat kerabatnya itu dibawa ke instalasi forensik Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSUAM).

Taswin menuturkan, hasil visum dari Rumah Sakit, Wartimah lebih dulu tewas karena dilihat dari kondisi tubuhnya sudah membiru dan sudah mulai membusuk. Menurut keterangan dokter RSUAM, kata Taswin, Wartimah dibunuh sekitar 48 jam sebelum diketemukan.

“Ditubuh Wartimah, ada luka patah tulang bagian hidung dan tulang pipi atas sebelah kiri. Sementara untuk jasad Paryanti, masih terlihat lebih segar saat ditemukan dan terdapat luka jeratan di leher,”jelasnya.

Keduanya (Wartimah dan Paryanti), diketahui pergi meninggalkan rumah sejak empat hari sebelum ditemukan sudah tak bernyawa lagi, Senin (24/9/2016) sekitar pukul 08.00 WIB.

Taswin mengatakan, dugaan pelaku pembunuhan terhadap dua kerabatnya itu, dilakukan oleh bekas menantunya korban berinisia Pw.

“Ya dugaannya Pw inilah pelaku pembunuhan itu, dia (Pw) ini dulunya pernah maju mencalonkan diri sebagai Kepala Desa Tempel Rejo, Kedondong tapi tidak jadi,”ungkapnya.

  • Bagikan