Dua Kali Diputar di Lampung Lancar, Pemutaran Film “Senyap” di Padang Dilarang Polisi

  • Bagikan
Ketua RT saat berdiskusi bersama peserta nonton film Senyap di Kantor AJI Padang. (dok ranahberita.com).

PADANG, Teraslampung.com — Pemutaran film ‘Senyap’ di bioskop Karya Kota Padang batal digelar akibat dilarang oleh aparat yang terdiri dari TNI, Satpol PP, Kesbangpol dan polisi berpakaian sipil. Petugas melarang penyelenggara, Cinemama, dengan alasan tidak lulus sensor.

“Kami dilarang untuk memutar filmnya, dengan alasan tidak lulus sensor. Sebanyak 191 orang penonton terpaksa dipindahkan ke Kantor AJI (Aliansi Jurnalis Independen) Padang,” ujar David Darmadi, anggota Cinemama pada wartawan, Rabu (24/12/2014) siang.

Karena tidak mendapat izin untuk memutar film tersebut di Bioskop Karya Padang, pemutaran dipindahkan ke kantor AJI Padang. Padahal, mereka sudah merencakan nonton ‘bareng’ tersebut jauh hari.

Di kantor AJI Padang yang terletak di Jalan Andalas Raya, juga sempat dihalangi oleh Ketua RT bersama beberapa warga.

Ketua RT datang dan meminta agar dibubarkan. Mendengar pernyataan tersebut, Sekretaris AJI Padang Yose Hendra Chotto memberi penjelasan kepada ketua RT dan warga.

“Setelah bincang-bincang, ternyata ketua RT itu disuruh pihak Kesbangpol (Kesatuan Bangsa dan Politik). Awalnya ketua RT itu berkilah keramaian mengganggu kenyamanan warganya. Padahal dia tahu kalau ini kantor jurnalis. Akhirnya saya tanya warga mana yang merasa tidak nyaman, dia pun tak bisa menjawab dan pergi,” kata Yose.

Kemudian, Yose dan beberapa penyelenggara pemutaran film langsung mendatangi pegawai Kesbangpol, yang menunggu di depan Jalan Andalas Kota Padang bersama beberapa orang lainnya.
Arif Paderi, anggota Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers yang ikut, menanyakan perihal pelarangan tersebut kepada salah seorang anggota Kesbangpol.

“Saya hanya disuruh oleh atasan,” ujar Benny, salah seorang pegawai berpakaian dinas Kesbangpol.
Lalu, Arif coba menghubungi atasan Benny melalui telepon sesuai nomor yang diberikan Benny.

“Saya tanya atasannya. Apa alasan melarang kami nonton film. Dia menjawab soal izin. Lalu saya katakan, ini kan di kantor kami, apa urusannya minta izin sama anda. Terakhir, saya bilang, kalau tidak selesai, datang anda ke sini, kita selesaikan di sini, mendengar itu, dia langsung bilang selesai. Ini aneh, melanggar kebebasan berekspresi,” kata Arif.

Akhirnya pemutaran film tetap digelar. Pemutaran Film ‘Senyap’ ini, merupakan yang kedua kalinya di Kantor AJI Padang yang juga kantor LBH Pers. Pemutaran pertama pada 16 Desember lalu berjalan lancar.

Hingga acara selesai, beberapa orang yang diduga ‘mata-mata’ pihak keamanan terus berada di lokasi. Mereka terlihat canggung dan tak bisa berbaur. Mereka memilih untuk duduk di luar setelah mereka ikut wawancara wartawan dengan beberapa nara sumber di lokasi.

Hal berbeda terjadi di Lampung. Dua kali pemutaran film “Senyap”, yakni di Bandarlampung dan Kota Metro semuanya lancar. Baca: Film “Senyap” Diputar di Rumah Putih

Sumber: ranahberita.com

Baca Juga: Komunitas CangKir Kamisan Diskusi Film “Senyap”

  • Bagikan