Dua Kali Masuk Bui, Ismail Kembali Masuk Sel karena Curi Ponsel dan Burung

  • Bagikan
Kapolsekta Tanjungkarang Barat, Kompol Harto Agung Cahyono saat berikan keterangan terkait penangkapan tersangka Ismail

Zainal Asikin|teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Tersangka Ismail alias Iis (40) residivis yang sudah dua kali masuk penjara, harus kembali mendekam di sel tahanan Mapolsekta Tanjungkarang Barat karena mencuri ponsel dan burung milik tetangganya di Jalan Imam Bonjol Gang Kelana, Kelurahan Langkapura, pada Rabu (19/4/2017) sekitar pukul 02.00 WIB.

Kapolsekta Tanjungkarang Barat, Kompol Harto Agung Cahyono mengatakan, tersangka Ismail membobol rumah tetangganya saat dinihari saat pemilik rumahnya sudah tertidur. Tersangka mengincar rumah korban, karena sudah menjadi sasaran pencuriannya. Hal tersebut dilakukan Ismail, karena rumah korban dindingnya terbuat dari geribik bambu sehingga mudah untuk dibobol.

“Saat melancarkan aksinya, tersangka sengaja menunggu dinihari pada saat situasi sepi dan pemilik rumah sudah tertidur,”ujarnya, Kamis (20/4/2017).

Merasa dilihatnya aman, kata Harto, tersangka langsung masuk ke dalam rumah korban melalui pintu belakang dengan membuka penjepit dinding geribik menggunakan tangan. Dari dalam rumah korban, tersangka menggasak dua unit ponsel dan dua ekor burung jenis Kenari dan Jalak Uren.

“Saat beraksi, ada warga sekitar yang melihat Ismail keluar dari belakang rumah korban dengan membawa burung,”ungkapnya.

Karena ada warga yang melihatnya, Ismail melarikan diri hingga akhirnya dapat ditangkap warga tidak jauh dari lokasi kejadian pencurian dan warga langsung menghajarnya. Mendapat informasi itu, petungas langsung ke lokasi TKP dan mengamankannya.

“Petugas membawa tersangka dan barang bukti hasil curian milik korban ke Mapolsekta,”paparnya.

Harto mengutarakan, dari hasil pemeriksaan, tersangka Ismail tidak hanya kali ini berhadapan dengan hukum karena terlibat tindak pidana. Pada tahun 1999 silam, tersangka pernah mendekam di penjara selama 14 bulan karena kasus kepemilikan ganja. Kemudian tahun 2011, Ismail masuk penjara lagi dan tersangka menjalani hukuman selama delapan bulan karena kasus penganiayaan.

“Tersangka Ismail ini, residivis yang sudah dua kali masuk penjara dalam kasus berbeda. Saat ini untuk ketiga kalinya, tersangka Ismail mendekam di penjara lagi karena kasus pencurian,”jelasnya.

  • Bagikan