Dua Kali Masuk Bui, Warga Bandarlampung Ini Tetap Bisnis Ekstasi

  • Bagikan
bandar narkoba bandar lampung
Kapolresta Bandarlampung Kombes Pol Murbani Budi Pitono saat mengintrogasi tersangka Fatulloh alias Babe, bandar narkoba jenis ekstasi yang sudah dua kali masuk bui karena kasus narkoba.

Zainal Asikin|teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Meskipun sudah dua kali dipenjara, tersangka kasus narkoba, Fatulloh alias Babe (39), tidak kapok. Sekeluarnya dari bui, warga Jalan Ikan Kiter, Kelurahan Kangkung, Bumiwaras, Bandarlampung itu kembali kembali jadi bandar narkoba jenis ekstasi.

Tersangka Babe, ditangkap petugas Satuan Reserse Narkoba Polresta Bandarlampung di rumahnya, pada Senin (2/1/2017) sore lalu sekitar pukul 14.00 WIB karena memiliki 345 butir pil ekstasi.

Babe mengakui, bahwa dirinya baru menghirup udara bebas dari Lapas Way Hui, Lampung Selatan pada 2015 lalu karena kasus narkoba. Pada saat itu, ia harus menjalani hukuman selama empat tahun penjara.

“Sebelumnya, saya pernah di penjara juga selama 14 bulan karena kasus yang sama tahun 2011-2012 silam. Sekarang, saya ditangkap lagi untuk ketiga kalinya,”ucapnya, Rabu (4/1/2017).

Menurutnya, ia terpaksa memilih harus kembali mengedarkan narkoba, dengan alasan karena tidak memiliki pekerjaan. Dikatakannya, uang yang ia dapatkan dari bisnis menjual ekstasi tersebut, ia gunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Ratusan butir pil ekstasi itu, saya dapatkan dari seseorang berinisial SFN (DPO) di Jakarta. Satu butir pil ekstasi, saya jual Rp 80 ribu hingga Rp 150 ribu. Saya dapat Rp 30 ribu satu butirnya,”ungkapnya.

Tapi, kata Babe, ia mengaku tidak mengenalnya secara pasti siapa pemasok ekstasi tersebut, ia hanya berhubungan melalui ponsel saja dan ada kurir yang mengatarnya.

“Kurir yang mengantakan ekstasi itu, lalu ditaruh di bawah pohon palem di di sekitaran Stadion Pahoman. Setelah kurirnya pergi, barulah saya mengambil ekstasi itu,”terangnya.

Selanjutnya, uang dari hasil penjualan ekstasi tersebut, ia serahkan kepada kurir tersebut dengan menaruhnya di bawah pohon palm di Stadion Pahoman.

“Uang hasil jual narkoba itu, saya taruh di tempat yang sama. Nanti kurir itu yang mengambil uangnya,”jelasnya.

Diketahui, bandar narkoba tersangka Fatulloh alias Babe (39), dilumpuhkan kakinya dengan timah panas oleh petugas Satuan Reserse Narkoba Polresta Bandarlampung, karena berusaha melarikan diri saat akan ditangkap di rumahnya di Jalan Ikan Kiter, Kelurahan Kangkung, Bumiwaras, pada Senin (2/1/2017) sore lalu sekitar pukul 14.00 WIB.

Kapolresta Bandarlampung, Kombes Pol Murbani Budi Pitono mengatakan, petugas menangkap bandar narkooba tersangka Fatulloh alias Babe tersebut, di rumahnya di Jalan Ikan Kiter, Kelurahan Kangkung. Pada saat akan ditangkap, tersangka melawan petugas dan berupaya melarikan diri.

“Petugas mengambil tindakan tegas, tersangka dilumpuhkan dengan tembakan di kaki,”ujarnya, Rabu (4/1/2016).

Dari penangkapan tersangka, kata Murbani, petugas menyita barang bukti narkoba jenis ekstasi sebanyak 345 butir pil ekstasi. Barang haram tersebut, ditemukan petugas di atas meja tamu di dalam rumahnya.

  • Bagikan