Beranda Ruwa Jurai Pringsewu Dua Minggu Sebelum Jadi Korban Pesawat Lion Air JT-610, Wahyu Alldila Bersikap...

Dua Minggu Sebelum Jadi Korban Pesawat Lion Air JT-610, Wahyu Alldila Bersikap Romantis ke Istri

82
BERBAGI
Foto terakhir Wahyu Alldilla (32) bersama putranya Xherdan Facridzi (4 tahun) saat menonton pertandingan sepakbola Timnas U-19 Indonesia VS Jepang pada Minggu petang lalu yang menjadi korban jatuhnya pesawat Lion Air Jt-610.

Zainal Asikin | Teraslampung.com

PRINGSEWU — Istri korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610, Putri Pratiwi (30), tak kuasa menahan kesedihan di raut wajahnya. Air matanya terus berlinang membasahi kedua pipinya karena ditinggal pergi selamanya oleh suaminya, Wahyu Alldila (32).

Saat prosesi pemakaman Wahyu Alldila (32) di TPU Gunung Kancil Pringsewu Selatan, Rabu 7 November 2018, Putri lebih banyak diam sembari terisak hingga berulang-ulang kali terus menyeka linangan air matanya dengan kedua tangannya selama proses pemakaman jasad suaminya.

Putri Pratiwi tiba di rumah duka di Lingkungan 3 Pringkumpul, Kelurahan Pringsewu Selatan, Kecamatan Pringsewu bersamaan dengan jenazah suaminya, Wahyu Alldila. Saat itu, Putri datang bersama putrinya bernama Opi yang masih berusia sembilan bulan dengan didampingi pamannya Yulius Agung (51) serta beberapa kerabat lainnya.

“Keluarga dari Bangka, Rabu sore ini sekitar pukul 17.00 WIB dijadwalkan akan kembali lagi ke Jakarta menggunakan pesawat Lion Air. Jadi selepas Dzuhur nanti, kami akan ke Bandara,”ungkap Yulius Agung (51) mewakili pihak keluarga korban saat memberikan keterangan pers di rumah duka usai proses pemakaman.

Yulius Agung menceritakan, bahwa semasa hidup almarhum Wahyu, memberikan kesan mendalam kepada istrinya. Terutama dua minggu sebelum terjadinya musibah jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 yang ditumpangi korban dan putranya bernama Xherdan Facridzi yang masih berusia 4 tahun.

“Dua minggu belakangan sebelum terjadi musibah ini, almarhum Wahyu sering datang ke kantor istrinya lalu mengajak istrinya untuk pergi makan siang bersama,”ucapnya.

Menurutnya, selama menikah dengan Putri, almarhum Wahyu tidak pernah melakukan hal seperti itu. Selain mendatangi kantor istrinya, Wahyu juga mengajak istrinya untuk makan malam, dan itu dilakukan hanya berdua saja.

“Tidak hanya itu saja, korban mengajak istrinya, Putri pergi pusat perbelanjaan (Mall) dan istrinya diminta untuk membeli apa saja yang diinginkan. Jadi selama dua minggu terakhir itulah, Wahyu terlihat begitu romantis kepada istrinya,”bebernya.

Pada saat akan pulang dari Jakarta, kata Yulius, Wahyu sempat menghubungi istrinya melalui ponsel meminta agar menjemputnya di Bandara Pangkal Pinang. Putri pun datang ke Bandara tersebut hanya seorang diri.

“Saat di Bandara Pangkal Pinang, Putri justru mendapat kabar bahwa telah terjadi kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 yang ditumpangi suami dan putranya Xherdan jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat,”terangnya.

Dikatakannya, Wahyu dan putranya Xherdan naik pesawat Lian Air JT-610 tersebut, usai menonton pertandingan sepakbola Timnas U-19 Indonesia VS Jepang pada Minggu petang lalu.

Diketahui, Wahyu Alldilla (32) bersama putranya Xherdan Facridzi (4 tahun) yang menjadi korban kecelakaan jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 di perairan Tanjung Kerawang, Jawa Barat pada Senin 30 Oktober 2018.

Wahyu Alldilla berasal dari warga yang tinggal di Lingkungan 3 Pringkumpul, Kelurahan Pringsewu Selatan. Beberapa tahun terakhir, Wahyu beserta istrinya, Putri Pratiwi (30) dan anaknya berdomisili di Bangka.

Loading...