Beranda Hukum Kriminal Dua Nelayan Ditangkap karena Bawa Daging Rusa

Dua Nelayan Ditangkap karena Bawa Daging Rusa

448
BERBAGI
B arang bukti seekor rusa dalam kondisi mati yang disita petugas Ditpolair Polda Lampung dari dua nelayan yang ditangkap di Perairan Way Seputih, Lamteng.

Zainal Asikin|teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Petugas Direktorat Polisi Peraiaran (Ditpolair) Polda Lampung menangkap dua nelayan saat mengangkut satu ekor rusa menggunakan perahu klotok di Sungai Way Seputih, Lampung Tengah, pada Selasa (24/1/2017) sekitar pukul 05.00 WIB. Rusa itu sudah dalam keadaan mati dan diduga akan diambil dagingnya untuk dijual.

Polisi mengamankan dua orang nelayan berinisial A dan N. Polisi juga menyita satu ekor rusa yang sudah dalam kondisi mati, senjata tajam jenis golok, dan sebuah perahu klotok.

Direktur Polair Polda Lampung, Kombes Pol Rudi Hermanto melalui Kasubdit Gakkum AKBP M Fauzi saat dikonfirmasi membenarkan adanya penangkapan dua orang nelayan yang kedapetan membawa daging rusa.

“Kapal nelayan ini ditangkap karena membawa seekor rusa satwa yang dilindungi,”ujarnya, selasa (24/1/2017) sore.

Dikatakannya, penangkapan kedua nelayan tersebut berawal dari kecurigaan petugas adanya kapal klotok yang tiba di Sungai Way Seputih, Lampung Tengah sekitar pukul 05.00 WIB.

“Petugas yang saat itu sedang melakukan giat patroli, melihat ada kapal nelayan keluar dari perairan hutan kawasan lindung menuju desa cabang melalui perairan seputih,”ungkapnya.

Selanjutnya, kata M Fauzi, petugas mencurigai kapal klotok yang ditumpangi dua nelayan tersebut. Saat itu juga, petugas langsung mendekati dan dihentikan dengan kapal speed boat patroli milik polair dan petugas naik ke atas kapal nelayan tersebut.

“Dari dalam kapal klotok itu, petugas menemukan seekor rusa yang sudah dalam kondisi mati dan senjata tajam jenis golok. Kedua nelayan dan barang bukti, langsung diamankan petugas,”terangnya.

Menurutnya, untuk barang bukti kapal klotok yang disita, diamankan di Dermaga Pangkalan Kapal Seputih. Sedangkan untuk barang bukti seekor daging rusa dan tersangka, diamankan ke kantor Direktorat Polair Polda Lampung untuk dilakukan pemeriksaan dan pengembangan lebih lanjut.

“Dua orang nelayan dan barang bukti yang disita, saat ini masih bersama petugas dalam perjalanan menuju Ditpolair,”pungkasnya.