Beranda News Covid-19 2 Pasien Covid-19 di Lampung Meninggal, Kasus Positif Tambah 4

2 Pasien Covid-19 di Lampung Meninggal, Kasus Positif Tambah 4

541
BERBAGI
Kadis Kesehatan Lampung, Reihana
Kadis Kesehatan Lampung, Reihana

TERASLAMPUNG.COM — Satgas Penanganan Covid-19 Lampung pada Selasa siang (1/9/2020) merilis adanya dua pasien Covid-19 yang meninggal dunia. Satgas juga menginformasikan penambahan empat kasus baru Covid-19.

Disebutkan pula hari ini tidak ada penambahan pasien Covid-19 yang sembuh dan adanya penambahan 4 kasus suspect baru sehingga total suspect Covid-19 di Lampung menjadi 160 orang.

Dengan begitu, sampai hari ini total pasien Covid-19 di Lampung ada 399 orang. Perinciannya: 329 sudah selesai menjalani isolasi atau sembuh, 14 orang meninggal dunia, dan sisanya masih menjalani isolasi mandiri atau isolasi di ruang perawatan rumah sakit.

Menurut Juru Bicara Satgas Covid-19 Lampung yang juga Kadis Kesehatan Lampung, Reihana, tiga dari empat pasien baru tersebut berasal dari Bandarlampung dan satu orang dari Metro. Dua pasien yang meninggal tersebut merupakan pasien baru yang meninggal sebelum hasil swabnya keluar.

Pasien baru tersebut adalah:

1.Pasien nomor 396, perempuan, warga Bandarlampung. Ia bekerja di sebuah perusahaan swasta. Saat ini ia melakukan isolasi mandiri.

2. Pasien nomor 397, laki-laki, 72 tahun, warga Bandarlampung. Terkonfirmasi positif Covid-19 19 pada tanggal 31 Agustus 2020 atau sehari setelah meninggal. Ia meninggal dunia pada Minggu, 30 Agustus 2020. Proses pemulasaran jenazah dilakukan dengan standar protokol Covid-19.

3. Pasien nomor 398,  laki-laki 74 tahun, warga Bandarlampung. Ia meninggal pada Minggu,30 Agustus 2020 pukul 11.55 WIB. Sehari kemudian, Senin (31/8/2020), hasil swabnya baru keluar dan menunjukkan positif Covid-19.

4. Pasien nomor 399,  perempuan 41 tahun, warga Metro. Ia memiliki riwayat baru saja melakukan perjalanan dari  Jawa Timur. Saat ini ia dirawat di sebuah rumah sakit swasta di Kota Metro.

“Pasien nomor 398  memiliki kontak erat dengan pasien nomor 378. Mereka tinggal satu rumah.Ia memiliki penyakit penyerta. Ia meninggal pada 30 Agustus 2020 dan hasil swabnya keluar pada 31 Agustus 2020,” kata Reihana.