Beranda Virus Corona Dua PDP di Lampung Meninggal, Ini Penjelasan Kadis Kesehaan

Dua PDP di Lampung Meninggal, Ini Penjelasan Kadis Kesehaan

335
BERBAGI
Kepala Dinas Kesehatan Lampung, Reihana
Kepala Dinas Kesehatan Lampung, Reihana

TERASLAMPUNG.COM — Dua pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona atau Covid-19 di Lampung meninggal dunia, Rabu, 22 April. Dua pasien tersebut adalah warga Pesawaran dan warga Kabupaten Pesisir Barat.

BACA: Satu PDP Covid-19 Meninggal Dunia di RSUD Pesawaran, Ini Riwayat Perjalanannya

PDP warga Pesawaran yang meninggal dunia adalah seorang pria (25 tahun), warga Gedongtaaan. Sedangkan PDP dari Pesisir Barat yang meninggal dunia adalah seorang pria berusia 75 tahun.

“Ia seorang karyawan pabrik rakitan mobil di Batam. Ia punya riwayat bolak-balik Batam – Lampung,” kata Kepala Dinas Kesehatan Lampung, Reihana, Kamis malam (23/4/2020).

Menurut Reihana, pada 20 Maret 20 Maret 2020 ia pulang ke kampungnya di Gedongtaan. Lalu pada 22 Maret 2020 ia kembali ke Batam.

“Pada 30 Maret ia kembali pulang ke Lampung dengan pesawat udara. Pada 18 April 2020 pukul 22.00 WIB ia dirujuk dari puskesmas ke RSUD Pesawaran dengan keluhan demam, batuk, dan sesak napas. Ia sebelumnya dirawat di Batam selama sebulan,” kata Reihana.

Hasil pemeriksaan dokter di RSUD Pesawaran disimpulkan PDP tersebut menderita TB paru dan HIV positif. Namun, hasil rapid test negatif virus corona. Namun, karena ia telah mondar-mandir dari dan ke daerah zona merah corona maka dimasukkan dalam kategori PDP.

BACA: Bertambah 11, Pasien Positif Corona di Lampung Jadi 38 Orang

“Pada 21 April 2020 kondisi PDP menurun dan akan dirujuk ke rumah sakit rujukan di Lampung. Namun, PDP menolak dan minta pulang paksa. Namun, pihak RSUD menolak permintaan PDP. Pada 22 April 2020 pukul 17.00 WIB ia meninggal dunia,” katanya.

“Ia masuk ke RSUD pada 18 April. Lalu pada 21 April 2020, kondisinya terus menurun. Pihak RSUD merencanakan akan merujuk ke RSUDAM namun pasien menolak dan minta pulang paksa. Namun, permintaan itu tidak diluluskan RSUD Pesawaran,” katanya.

Sementara soal PDP asal Pesisir Barat yang meninggal dunia, Reihana menjelaskan bahwa PDP tersebut memiliki riwayat baru saja menerima seseorang dari Bekasi, Jawa Barat. Wilayah Bekasi dalam peta penyebaran Covid-19 adalah termasuk daerah merah atau wilayah penyebaran Covid-19.

Pada 16 April 2020 PDP tersebut mengeluh tidak enak badan dan batuk setelah menerima orang dari Bekasi. Pada 17 April 2020, PDP tersebut periksa ke dokter dengan gejala batuk dan pilek. Pada 20 April kembali ke dokter praktek lain dengan gejala batuk dan alergi.

“Pada 22 April 2020 berobat ke poli ke RSUD Ahmad Tohir dengan keluhan batuk dan sesak napas berat. Saat itu pasien diskrining dan dilakukan periksaan daerah dan rapid test. Hasil rapid test ia positif terpapar Covid-19, lalu ia dirawat di rumah sakit tersebut. Pada pukul 20.00 WIB PDP tersebut meninggal dunia,” kata Reihana.

 

 

 

 

 

Loading...