Dua Pekon di Tanggamus Harus Kembalikan Dana Desa, Ini Sebabnya

  • Bagikan
Sekretaris Inspektorat Tanggamus, Gustam Apriyansyah
Sekretaris Inspektorat Tanggamus, Gustam Apriyansyah

TERASLAMPUNG.COM, TANGGAMUS —  Inspektorat Kabupaten Tanggamus menerbitkan rekomendasi kewajiban mengembalikan dana desa (dana pekon) tahun 2020 di dua Pekon yang bermasalah. Kedua Pekon tersebut adalah  Pekon Way Halom dan Pekon Penanggungan di Kecamatan Gunung Alip.

Sekretaris Inspektorat Tanggamus, Gustam Apriyansyah, mengataan dari ke 40 pekon yang bermasalah, kini hanya tinggal dua pekon dan tahapan penyelesaian sudah dengan penerbitan rekomendasi.

“Dari hasil pemeriksaan Inspektorat tinggal dua pekon lagi yang belum menyelesaikan laporan pertanggung jawabannya,” kata Gustam kepada Teraslampung.com, Kamis sore,  30 September 2021.

Gustam menuturkan, untuk pihak yang bertanggung jawab untuk kedua pekon atas pengembalian dana desa adalah kepala pekon.

Menurutnya, pada 2020 kepala pekon di dua pekon tersebut dijabat Penjabat (Pj) Kepala Pekon yang berstatus aparat sipil negara (ASN).

“Kami menemukan dana desa yang belum terealisasi, maka harus dikembalikan ke silpa dana desa pekon setempat,” katanya.

Penggunaan Dana Desa tersebut untuk kegiatan infrastruktur, pengadaan barang dan jasa dan pemberian bantuan langsung tunai (BLT) selama tiga bulan. Untuk rekomendasi pengembalian uang diberikan kesempatan selama 60 hari atau sampai pertengahan November 2020.

Gustam mengatakan, rekomendasi Inspektorat Tanggamus sudah diterbitkan sejak pertengahan Agustus 2021lalu.

“Nilai dana yang harus diserahkan lebih dari Rp 100 juta. Dan nanti akan dimasukkan sebagai Silpa Dana Desa pada kedua pekon untuk 2021,” katanya.

Apabila itu tidak dilakukan, kata Gustam, aparat penegak hukum bisa menindaklanjuti.

“Untuk kedua oknum ASN mantan Pj Pekon Way Halim dan Penanggungan terancam penindakan sesuai PP No 53 tahun 2013 tentang Displin PNS. Inspektorat sudah menindaklanjuti dengan kirim surat ke BKPSDM Tanggamus agar dibentuk tim khusus untuk menjatuhkan sangksi bagi ASN,” tandas Gustam.

Siswanto

  • Bagikan