Beranda Hukum Kriminal Dua Pelaku Percobaan Pembunuhan di Lampura Ditangkap Polisi, Ini Motifnya

Dua Pelaku Percobaan Pembunuhan di Lampura Ditangkap Polisi, Ini Motifnya

1322
BERBAGI
Taufik ditemukan warga di areal perkebunan sawit di Jalan K.S. Tubun, Kotaalam, Kotabumi Selatan, Lampung Utara, Senin (26/10/2020) sekitar pukul 06.30 WIB dalam kondisi luka parah. Remaja warga Desa Bonglai, Abung Tengah, Lampung Utara itu kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Taufik (16 tahun) ditemukan warga di areal perkebunan sawit di Jalan K.S. Tubun, Kotaalam, Kotabumi Selatan, Lampung Utara, Senin (26/10/2020) sekitar pukul 06.30 WIB dalam kondisi luka parah. Remaja warga Desa Bonglai, Abung Tengah, Lampung Utara itu kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Feaby Handana | Teraslampung.com

Kotabumi–Sakit hati menjadi motif yang melatarbelakangi percobaan pembunuhan atas Taufik (16), remaja yang ditemukan tergeletak di kebun sawit di Jalan ‎KS akhirnya terungkap. Motif ini terungkap usai pelaku ditangkap oleh anggota Satuan Reserse Kriminal Polres Lampung Utara, Senin (27/10/2020) sekitar pukul 23.00 WIB.

BACA: Seorang Pria Ditemukan Bersimbah Darah di Kebun Sawit di Kotaalam Lampung Utara

“Dua pelaku sudah kami amankan tadi malam. Mereka adalah rekan korban sendiri,” kata Kasat Reskrim Polres Lampung Utara, AKP Gigih Andri Putranto, Selasa (27/10/2020).

Gigih menjelaskan, kedua pelaku yang diamankan itu, yakni Mu (16), dan YY (20). Hanya YY saja yang bukan berasal dari Abung Tengah. YY berasal dari Kecamatan Abung Timur. Mereka diamankan dari kediamannya masing – masing.

Percobaan pembunuhan terhadap Taufik dilaterbelakangi pelaku Mu sakit hati kepada korban. Mu kesal karena acap kali dijelek – jelekan di depan pacar‎nya oleh korban. Tak kuat menahan sakit hatinya, Mu dan YY kemudian menyusun rencana untuk memberikan pelajaran kepada korban.

Dengan mengendarai sepeda motor Yamaha RX King milik korban, mereka bertiga pergi menuju lokasi kejadian. Keduanya mengajak korban menenggak minuman keras yang telah dibeli di lokasi. Usai korban mabuk, pelaku Mu lantas memukul kepala korban dengan kayu sebanyak lima kali.

“Mengira korban sudah meninggal dunia, para pelaku lantas menguras harta korban. Sepeda motor korban juga turut mereka bawa kabur,” terangnya.

Di sisi lain, Mu (16) mengatakan, ejekan korban membuat sangat sakit hati. Ia berniat memberi pelajaran kepada yang bersangkutan. Rencana itu kemudian ia susun bersama rekannya, YY.

“Niatnya cuma ngasih pelajaran aja. Enggak mau ngebunuh,” ‎kelitnya.

Mu kembali menceritakan, usai menganiaya korban, mereka lantas mengambil uang, ponsel, dan sepeda motor Mu. Niat mereka untuk kabur tidak berjalan mulus. Sepeda motor mereka terpaksa disita oleh Satuan Lalu Lintas Polres Lampung Utara karena tak mampu menunjukan surat – menyurat sepeda motor yang dibawa.

“Karena kami enggak ada uang lagi, ponsel Mu kami jual seharga Rp150 ribu,” terang dia.‎

Sebelumnya, seorang laki – laki ditemukan tergeletak penuh darah di areal perkebunan sawit di Jalan KS Tubun, Kotaalam, Kotabumi Selatan, Lampung Utara, Senin (26/10/2020) sekitar pukul 06.30 WIB. Belakangan diketahui, laki – laki itu berinisal T, warga Bonglai, Abung Tengah.

‎Awalnya, warga sekitar mengira sesosok laki – laki yang tergeletak itu telah meninggal dunia. Namun, begitu didekati ternyata diketahui masih setengah sadar. Lokasinya sendiri berjarak sekitar 20-an meter dari pinggir Jalan KS Tubun.