Beranda Hukum Kriminal Dua Pembunuh Pengusaha Senjata Ditembak Mati, Dalang Pembunuhan Ditangkap di Jambi

Dua Pembunuh Pengusaha Senjata Ditembak Mati, Dalang Pembunuhan Ditangkap di Jambi

1060
BERBAGI
Lima pembunuh bayaran yang berhasil ditangkap Polda Sumut dan Polresta Medan, Minggu (22/1/2017). Foto: dok kompas.com

TERASLAMPUNG.COM — Kerja keras polisi dari Polda Sumatera Utara dan Polresta Medan untuk menguak kasus  pembunuhan Indra Gunawan alias Kuna (45), pengusaha reparasi senjata di Kota Medan yang tewas ditembak di tempat usahanya Jalan Ahmad Yani Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, membuahkan hasil.

Pada Minggu (22/1/2017), lima dari tujuh tersangka pembunuh bayaran yang membunuh Kuna berhasil dibekuk. Dua di antaranya ditembak mati. Dua pelaku yang tewas ditembak Putra (31) yang berperan sebagai eksekutor penembak Kuna dan Rawindra alias Rawi (40) warga Jalan Waru Medan, yang berperan mencari eksekutor dan skenario pembunuhan.

Meski begitu, otak pelaku yang juga memberikan order pembunuhan dengan biaya Rp 2,5 miliar, yakni berinisial Rj, seorang pengusaha tambang batu bara di Provinsi Jambi, juga ditangkap di Jambi.

Lima pelaku yang ditangkap adalah Jo Hendal alias Zendal (41), warga Jalan Sukaraja Batubara Sumatera Utara. Ia berperan sebagai joki sepeda motor. Kemudian Chandra alias Ayen (38), warga Jalan Tulang Bawang Nomor 6 Medan Petisah yang berperan yang menyimpan senjata api.

Kemudian John Marwan Lubis alias Ucok (62) warga Jalan Sei Deli Medan, yang juga berperan menyimpan senjata api; Wahyudi alias Culun (33) warga Jalan Karya Jaya Gang Karya Ikhlas Kecamatan Medan Johor, berperan membantu tersangka pemukulan untuk kabur dan M Muslim (31) warga Jalan Sampali Nomor 74 Kelurahan Pandau Hulu, Kecamatan Medan Area yang berperan membunuh karyawan korban tahun 2014 silam.

Polisi mengamankan barang bukti berupa tiga pucuk senjata api jenis revolver — dua di antaranya rakitan–  dan sepucuk senjata api  organik.

Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel mengatakan, pembunuhan terhadap pengusaha senjata tersebut i dilakukan oleh satu kelompok yang terorganisir yang dibayar mahal.

“Ini serangkaian pembunuhan berseri, jadi ada dua seri pembunuhan,” kata Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, di Rumah Sakit Bhayangkara, Jalan KH Wahid Hasyim,Medan,  Minggu (22/1/2017) .

Menurut Rycko, kelompok pembunuh bayaran ini melakukan pembunuhan pertama pada 5 April 2014. Korbannya adalah karyawan Toko Kuna Air Soft Gun, bernama Wiria di Jalan Ahmad Yani Medan. Korban tewas setelah dipukul memakai benda tumpul. Aksi pertama disebut sebagai aksi salah sasaran. Sebab, target utamanya yakni pemilik toko bernama Indra Gunawan alias Kuna gagal dibunuh.

Pembunuhan kedua dilakukan kelompok ini pada 18 Januari 2017. Kali ini mereka membunuh target utama, Indra Gunawan di tokonya.

“Dua seri pembunuhan dilakukan oleh kelompok yang sama, kelompok bersenjata yang sama, terhadap korban yang sama hanya berbeda orang saja. Sebab, korban pertama itu adalah pembantu korban,” kata Rycko.

Rycko mengaku, kasus ini terungkap setelah penyidik gabungan Polsek Medan Barat, Polsek Medan Kota, Polrestabes Medan, dan Polda Sumut yang dipimpin  Kapolrestabes Medan Kombes Pol Sandi Nugroho dan Direskrimum Polda Sumut Kombes Pol Nur Fallah berhasil mengungkap kasus pembunuhan terhadap karyawan toko bernama Wiria.

“Pertama yang ditangkap adalah tersangka Muslim pada  Sabtu sore (21/1/2017) di Bakaran Batu.

“Lalu berturut- turut ditangkap tersangka Culun. Muslim ini adalah pada saat itu sebagai eksekutor dan Culon pengendara sepeda motor yang memukul langsung Muslim,” ujar Rycko.

Kedua tersangka ini saat diperiksa mengaku pernah mendapat tugas untuk membunuh Kuna, tetapi keduanya menolak.

Penyidik gabungan yang mendapatkan keterangan itu lalu bekerjasama dengan Mabes Polri, selanjutnya melakukan pengembangan kasus.

“Kami mengungkap jaringan pembunuh bayaran yang besar, dalam penangkapan ketiga ditangkap joki sepeda motor pada waktu dini hari, di Karang Sari, Polonia. Dari Jo Hendal ini diketahui otak pimpinan jaringan pembunuh bayaran tersebut, lalu ditangkap Rawi sekitar pukul lima pagi, dari Rawi berkembang kepada senjata yang disimpan Ayen dan menyerahkannya kepada tersangka John Marwan yang ditangkap berturut -turut sampai dengan tadi pagi ini,” kata Kapolda.

Polisi kemudian bergerak memburu eksekutor pembunuhan seri ke-2 yakni Putra.

Menurut Kapolda Sumut, saat ditangkap tersangka Putra melakukan perlawanan terhadap petugas dengan menyerang menggunakan samurai sehingga tersangka ditembak dan akhirnya meninggal dunia.

“Tersangka yang meninggal dunia adalah Rawi, ditangkap tadi pagi sekitar pukul 05.00 WIB dan tersangka Putra ditangkap pukul 08.30 WIB,” terangnya.

Usai membekuk tujuh tersangka komplotan pembunuh bayaran ini, petugas kepolisian Minggu (22/1/2017) sekitar pukul 13.30 WIB membekuk otak pelaku pembunuhan, berinisial RJ di Jambi.

“RJ sudah dua kali memberi order membunuh Kuna. Kami akan terus ungkap apakah ada kasus lain yang terus dikerjakan kelompok ini. Hari ini seluruh rumah tersangka di-police line atas kejadian ini. Ini sungguh kejadian yang luar biasa di sini, saya sering memberikan ultimatum yang keras terhadap preman, pada pembunuh bayaran ini yang mengganggu dan membuat takut masyarakat Medan dan seluruh Sumatera Utara, saya akan tindak tegas,” paparnya.

Sementara, Direktur Reserse dan Kriminal Umum Polda Sumut, Kombes Pol Sandi Nugroho menyampaikan tersangka RJ membayar Rp 2,5 miliar kepada kelompok bayaran untuk menghabisi nyawa korban. “

Disinggung lebih lanjut motif antara RJ dengan korban, mantar Direktur Ditreskrimum Polda Aceh ini mengatakan ada dendam pribadi tersangka RJ karena kata-kata korban yang menyakiti hatinya “Motifnya ada dendam pribadi,” tandasnya.

TL/dbs/bn