Beranda Hukum Kriminal Dua Pencuri 200 Aki Tower Telkom Ini Sukses Beraksi karena Menyaru sebagai...

Dua Pencuri 200 Aki Tower Telkom Ini Sukses Beraksi karena Menyaru sebagai Pegawai PT Telkom

492
BERBAGI
Tersangka Wahyu dan Handoko saat akan dibawa ke kantor polisi.

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG —Wahyu (47) dan Handoko (19), warga Ilir Barat II, Palembang, Sumatera Selatan, “sukses” mencuri 200 aki yang do kotak tower milik PT Telkom di Bandarlampung karena menyamar sebagai pegawai PT Telkom. Kedok keduanya akhirnya terbongkar, lalu dua warga Sumsel itu dicokok di sebuah penginapan di Jl. R.W. Monginsidi Bandarlampung, Kamis (2/2/2017).

“Mereka berkeliling Kota Bandarlampung  mengendarai mobil Toyota Avanza untuk mencari gardu-gardu induk jaringan milik PT Telkom. Saat melihat ada gardu induk jaringan Telkom, kedua tersangka berhenti lalu turun dari mobil dan langsung melancarkan aksinya,” kata Kapolresta Bandarlampung, Kombes Pol Murbani Budi Pitono,  Jumat (3/2/2017).

Menurut Murbani, agar masyarakat tidak curiga, Wahyu mengenakan rompi warna merah bertuliskan PT Telkom disertai tanda pengenal (Id Card) PT Telkom. Kepada warga sekitar, kedua tersangka mengaku sebagai karyawan PT Telkom yang akan mengecek jaringan telepon.

Berbekal peralatan yang dimilikinya, Wahyu dan Handoko dengan mudah merusak gembok gardu jaringan PT Telkom. Lalu keduanya mangambil aki atau baterai jaringan pada kotak tower PT Telkom yang ada di dalam gardu induk milik PT Telkom tersebut.

“Untuk satu gardu Telkom, ada sekitar delapan buah aki atau baterry. Aki yang dicuri kedua tersangka tersebut, berfungsi sebagai sumber tenaga cadangan jika listrik padam,”ungkapnya.

Murbani mengatakan, hasil pemeriksaan terhadap tersangka menunjukkan bahwa dalam tempo dua bulan keduanya mencuri 200 aki Telkom di 36 titik gardu Telkom di Bandarlampung.

Aki atau baterry hasil curian tersebut kemudian mereka jual kepada penadahnya secara kiloan.

“Tersangka Wahyu ini, adalah bekas karyawan PT Telkom yang bertugas sebagai kontraktor bagian jaringan. Sehingga, tersangka mengetahui cara mengambil aki yang terpasang di gardu Telkom,”terangnya.

Murbani mengaku  pihaknya masih mengembangkan kasusnya, untuk mengungkap adanya TKP pencurian lain yang dilakukan kedua tersangka. Selain itu juga, pihaknya melakukan pencarian terhadap penadah barang curian tersebut.

“Kerugian PT Telkom akibat dari pencurian tersebut mencapai ratusan juta rupiah,”jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Tim khusus antibandit (Tekab) 308 Polresta Bandarlampung, meringkus dua tersangka spesialis pencurian aki jaringan pada tower box milik PT. Telkom.

Polisi menangkap kedua tersangka di penginapan Jalan Wolter Monginsidi, Tanjungkarang Pusat, pada Kamis (2/2/2017) sekitar pukul 14.00 WIB.

Kedua tersangka yang ditangkap tersebut adalah, Wahyu (47) dan Handoko (19), keduanya merupakan warga Ilir Barat II, Palembang, Sumatera Selatan. Polisi menangkap kedua tersangka, usai beraksi melakukan pencurian baterry atau aki jaringan milik PT Telkom di daerah Telukbetung.

“Saat akan ditangkap, tersangka melawan dan berusaha melarikan diri. Petugas mengambil tindakan tegas, melumpuhkan kaki kedua tersangka dengan timah panas,”ujarnya, Jumat (3/2/2017).

Dari penangkapan kedua tersangka, petugas menyita delapan unit baterry atau aki hasil curian, satu buah rompi PT Telkom, tanda pengenal PT Telkom dan satu unit mobil Avanza.

Barang bukti lainnya yang disita, alat yang digunakan kedua tersangka untuk melakukan pencurian seperti tang besar, obeng, gergaji besi, palu, pahat, kabel dan lainnya.