Dua Pencuri Sepeda Motor Ditangkap Polisi di PKOR Wayhalim

  • Bagikan

Zainal Asikin/teraslampung.com

Dua tersangka pencuri sepeda motor saat diperiksa di Polres Bandarlampung, Selasa (4/11). 

BANDARLAMPUNG- Petugas Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandarlampung menangkap tersangka pelaku pencurian motor (Curanmor), Puri (23) dan Radit (28) seorang residivis. Kedua tersangka yang merupakan warga Jabung, Lampung Timur, ditangkap polisi saat berada di Pusat Kegiatan Olahraga (PKOR) Way Halim, Bandarlampung.

Dari tangan kedua tersangka diamankan barang bukti berupa satu set kunci letter T, alat pembuka kunci gembok yang terbuat dari lempengan baja tipis, satu unit sepeda motor Honda Beat warna hitam plat nomor BE 4692 BN dan satu lembar Surat Tanda Kendaraan Bermotor (STNK).

Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Dery Agung Wijaya, mengatakan penangkapan kedua tersangka Puri dan Radit saat tim dari satuan Sabhra Polresta Bandarlampung sedang melaksanakan tugas patroli. Petugas melihat ada beberapa pemuda yang sedang nongkrong di daerah PKOR Wayhalim. Saat akan didekati dengan petugas, kedua tersang berusaha kabur untuk melarikan diri sambil membuang sebuah bungkusan.

Petugas lalu mengejar keduanya dan berhasil menangkap kedua tersangka yang berusaha kabur. Saat dilakukan pemeriksaan , keduanya tidak dapat menunjukkan surat kepemilikan kendaraan. Sepeda motor yang digunakan kedua tersangka ini, merupakan barang dari hasil curian di Perumnas Wayhalim milik Wirda Puspanegara.

“Bungkusan yang berusaha dibuang tersangka, dapat ditemukan petugas. Saat diperiksa, ternyata didalamnya berisi satu set kunci letter T, alat pembuka kunci gembok yang terbuat dari lempengan baja tipis  dan satu lembar Surat Tanda Kendaraan Bermotor (STNK) yang dimasukkan kedalam dompet. Petugas kemudian membawa Kedua tersangka bersama barang bukti ke Mapolresta Bandarlampung untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,”kata Dery kepada wartawan, Selasa (4/11).

Berdasarkan dari hasil pemeriksaan kedua tersangka, tersangka Puri mengaku belum pernah melakukan pencurian motor. Sementara  barang bukti satu set kunci letter T dan besi lempengan  yang digunakan untuk membuka kunci gembok yang ditemukan petugas, tersangka Puri mengaku bahwa barang tersebut bukanlah miliknya.

“Jadi tersangka Puri ini menemukan sebuah dompet yang didalamnya berisi satu set kunci letter T, dan barang itu ditemukan di depan rumahnya sekitar setengah bulan yang lalu. Sementara pengakuan dari tersangka Radit, yang merupakan resedivis kasus tindak kekerasan baru sekali melakukan pencurian motor,”jelasnya.

Dery mengaku, pihaknya masih melakukan penyelidikan dan pengembangan untuk dapat mengangkap TKP lain tindak pidana pencurian dengan pemberatan yang dilakukan oleh kedua tersangka. Diduga kedua tersangka ini, tidak hanya baru sekali melakukan pencurian diwilayah hokum Polresta Bandarlampung.

“Karena setiap dalam pemeriksaan, kedua tersangka ini selalu memberikan keterangan yang selalu berbeda-beda,”tandasnya.

Akibat perbuatannya, kini kedua tersangka harus mendekam disel tahanan Mapolresta Bandarlampung dan tersangka akan dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

  • Bagikan