Dua Pengedar Narkoba Dibekuk Saat Akan Transaksi di Warung Makan

  • Bagikan
Tersangka Anton dan Asep. (Teraslampung.com/Zainal)
Zainal
Asikin/Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG–Dua pengedar narkoba jenis sabu-sabu, Asep (40) warga 
Jalan
Tamin, Kelurahan Sukaraja,Tanjungkarang Barat dan Anton (43) warga jalan
Perum Griya Parahita, Kabupaten Tanggerang, Banten, diamankan Satuan
Reserse Narkoba Polresta Bandarlampung saat akan bertransaksi narkoba di
sebuah warung makan yang berada di Jalan Soekarno-Hatta, Bandarlampung,
pada Minggu (2/11) sekira pukul 21.00.

div class="__mango" data-placement="5690">

Kanit
I Narrkoba Polresta Bandarlampung, Iptu Herlan Arfa, mengatakan penangkapan
kedua tersangka berdasarkan atas informasi dari masyarakat sekitar bahwa
akan adanya transaksi narkoba di sebuah warung makan di jalan Soekarno
Hatta (depan SPBU) Tanjungsenang.

Dari
informasi tersebut, petugas kemudian melakukan penyelidikan ke lokasi
dimaksud dan berhasil mengamankan kedua tersangka bersama barang bukti
narkoba jenis sabu-sabu.

“Mereka
ditangkap atas dasar informasi masyarakat sekitar, keduanya merupakan
pengedar narkoba. Saat di geledah, ditemukan satu paket sedang sabu-sabu
yang di sembunyikan tersangka di bawah jok motor Yamaha Mio GT warna
hitam plat nomor BE-3433-AE milik tersangka. Tersangka bersama barang
bukti sabu-sabu, selanjutnya dibawa
ke Mapolresta untuk dilakukan pemeriksaan,”kata Herlan Arfa kepada
wartawan, Senin (3/11).

Berdasarkan
hasil pemeriksaan, Herlan menjelaskan, tersangka Asep yang kesehariannya
sebagai pengepul barang bekas mengaku bahwa sabu-sabu itu adalah benar
miliknya dan didapatkan dengan cara membeli dari salah seorang
kenalannya berinisial AR (DPO) seharga Rp.1,4 juta per paketnya. Barang
haram tersebut, rencananya akan dijual kembali oleh tersangka Asep
seharga Rp. 1,5 juta dalam per paketnya.

“Tersangka
Asep ini merupakan seorang residivis kasus  ganja. Tersangka
menjalani hukuman selama tujuh tahun penjara di Lapas Way Hui pada tahun
2008 lalu, kini tersangka ditangkap kembali karena kasus  sabu-sabu,”jelasnya.

Ditambahkannya,
terhadap perkara tersebut masih dilakukan pengembangan. Sementara untuk
tersangka AR (buron) sebagai pemasok (bandar) narkoba, pihaknya telah
mengantongi identitasnya dan sekarang masih dalam pengejaran petugas.

Kedua
tersangka akan dikenai Pasal 132 ayat (1) Pasal 114 ayat (1) dan Pasal 112
ayat (1) tentang UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, anacaman
hukuman minimal 5 tahun dan maximal 20 tahun penjara,”tandasnya.

  • Bagikan