Beranda Hukum Narkoba Dua Pengedar Narkoba Ini Dapatkan Tembakau Gorila Lewat Aplikasi Line

Dua Pengedar Narkoba Ini Dapatkan Tembakau Gorila Lewat Aplikasi Line

520
BERBAGI
Tersangka kasus narkoba gorila, Wisnu dan Riki, diperiksa polisi.

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Direktur Reserse Narkoba Polda Lampung, Kombes Pol Abrar Tuntalanai, mengatakan dua pengedar narkoba jenis tembakau gorila, Wisnu dan Riki, mendapatkan tembakau gorila lewat aplikasi Line.

Menurut Kapolda terungkapnya peredaran narkoba jenis tembakau gorila di Lampung berawal dari informasi masyarakat bahwa adanya pengedar tembakau gorila di wilayah Bandarlampung.

Polda Lampung kemudian melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka Riki di Jalan Amir Hamzah, Kelurahan Gotong Royong, Tanjungkarang Pusat, Bandarlampung.

“Tersangka Riki ditangkap saat akan transaksi dengan petugas yang melakukan penyamaran. Dari tangan tersangka, petugas menyita 17 linting tembakau gorila siap edar,”ujar Abrar, Senin (13/2/2017).

Menurutnya, pengungkapan narkoba jenis tembakau gorila ini, adalah kali pertamanya di wilayah Lampung.

Abrar mengutarakan, tersangka Riki mengaku mendapatkan narkoba jenis tembakau gorila tersebut, dari salah seorang mahasiswa di Jakarta bernama Wisnu Apriansyah.

“Tersangka Riki sudah tiga kali memesan tembakau gorila ke Wisnu, melalui aplikasi Line,”ungkapnya.

Dikatakannya, pemesanan pertama, pada Kamis (2/2/2017) lalu, Riki memesan satu bungkus tembakau gorila seharga Rp 250 ribu. Pemesanan kedua dan ketiga dilakukan pada Sabtu (4/2/2017) lalu. Riki memesan tiga bungkus tembakau gorila dengan harga Rp750 ribu.

“Paket tembakau gorila pesanan Riki dikirimkan Wisnu ke Lampung melalui pengiriman paket JNE,”terangnya.

Selanjutnya, kata Abrar, petugas mengembangkan kasusnya dengan menangkap tersangka Wisnu di rumahnya di Kelurahan Kebon Baru, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan.

Dari penangkapan Wisnu, disita 216 gram tembakau gorila, 26 bungkus kecil berisi tembakau gorila, lima bungkus kecil warna kuning emas berisi tembakau gorila, satu buah timbangan digital, 400 lembar plastik pembungkus tembakau gorila bergambar kelinci.

“Barang bukti lain yang disita, dua buku tabungan BCA, dua buah ATM BCA, satu unit telepon genggam Iphone, satu unit notebook merk Zyrek, satu unit kalkulator, dan bukti pengiriman barang,”ungkapnya.

Dari keterangan Wisnu, tembakau gorila tersebut didapatkan tersangka dari seseorang berinisial R yang juga berdomisili di Jakarta. Wisnu menjual narkoba jenis tembakau gorila tersebut, sejak satu tahun terakhir.

“Untuk pemasoknya tersangka berinisial R, saat ini masih dalam pencarian petugas,”jelasnya.