Beranda Hukum Narkoba Dua Pengirim Ribuan Butir Sabu dan Esktasi ke Lapas Way Hui Diringkus

Dua Pengirim Ribuan Butir Sabu dan Esktasi ke Lapas Way Hui Diringkus

1170
BERBAGI
Dua tersangka, Abdul Sanusi dan Ahmad Hadi pelaku yang ditangkap BNNP Lampung saat akan mengantarkan sabu-sabu dan ekstasi kedalam Lapas Wayhui, Rabu petang (2/3/2016).
Dua tersangka, Abdul Sanusi dan Ahmad Hadi pelaku yang ditangkap BNNP Lampung saat akan mengantarkan sabu-sabu dan ekstasi kedalam Lapas Wayhui, Rabu petang (2/3/2016).

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung berhasil menggagalkan upaya pengiriman narkoba kepada seorang narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Way Hui, Lampung Selatan, Rabu (2/3/2016) sore.

Selain mengamankan barang bukti narkotika jenis sabu dan ribuan pil ekstasi, petugas BNNP Lampung juga meringkus dua tersangka yakni Abdul Sanusi (23) dan Ahmad Hadi (27), keduanya warga Batupuru, Natar, Kabupaten Lampung Selatan.

Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Lampung, AKBP Abdul Haris saat ditemui di Kantor BNNP Lampung mengatakan, pengungkapan adanya pengiriman narkoba ke dalam Lapas Way Hui tersebut, setelah pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat.

“Dari informasi itu, langsung kami tindaklanjuti. Alhasil saat tiba di LP Way Hui, kami mendapati dua orang pria yang mencurigakan,”kata Haris kepada wartawan, Rabu (2/3/2016) malam.

Haris mengutarakan, petugas mencoba mendekati kedua pria tersebut, ketika keduanya berada di depan pintu masuk Lapas Way Hui.

“Katika mau kami tangkap, mereka (pelaku) sempat lari. Terpaksa kami lepaskan tembakan peringatan, hingga akhirnya mereka berhasil ditangkap,”ujarnya.

Saat digeledah, kata Haris, ditemukan narkoba jenis sabu seberat 30 gram dan ratusan butir ekstasi. Sabu itu, ditemukan di dalam satu dari empat nasi bungkus yang dibawa pelaku. Sedangkan ekstasinya, berada di dalam tas warna merah yang dibawa pelaku.

Tidak hanya sampai disitu saja, pihaknya kemudian melakukan pengembangan. Alhasil, ditemukan sebanyak 1000 butir pil ekstasi dan 250 gram sabu yang ditemukan dari kedua rumah tersangka di daerah Natar, Lampung Selatan.

“Barang bukti sabu-sabu dan ekstasi itu, kami temukan di rumahnya didalam etalase handphone. Kami juga menyita dua buah timbangan digital,”terangnya.

Dari hasil pemeriksaan, kata Haris, tersangka Hadi mengaku akan mengirimkan paket narkoba tersebut berdasarkan pesanan seorang napi berinisial TS. Barang haram (narkoba) tersebut, nantinya akan diterima oleh petugas penjaga puntu Lapas bernama Ronald. Tersangka Hadi, mengaku mendapat upah sebesar Rp150 ribu.

“Jadi Tedi menyuruh Hadi untuk mengantarkannya kepada Ronald. Selanjutnya, Ronald yang akan mengantarnya kepada Tedi,”jelasnya.

Sedangkan untuk tersangka Sanusi, mengaku sudah lima kali mengirimkan narkoba kedalam Lapas tersebut.

“Selama lima kali Sanusi mengirimkan narkoba, tersangka mengaku tidak pernah diperiksa dengan petugas Lapas,”pungkasnya.