Beranda Hukum Kriminal Dua Perampok Bos Karet Diringkus Polisi

Dua Perampok Bos Karet Diringkus Polisi

427
BERBAGI
Tersangjka Sunardi saat diperiksa di Polres Lampung Utara, Sabtu (9/1/2016). Ia dan Sunard diringkus polisi, Jumat malam (8/1) karena merampok di di rumah bos karet di Desa Negara Batin, Sungkai Utara, Lampung Utara, akhir Desember 2015 lalu.

Feaby/Teraslampung.com

KOTABUMI–Dua dari tiga pelaku perampokan di kediaman Supriyadi (30), bos karet di Desa Negara Batin, Sungkai Utara, Lampung Utara pada akhir Desember 2015 lalu,  diringkus oleh  polisi , Jumat (8/1) sekitar pukul 23:45 WIB.

Sunardi (30) dan Imam Fauzi (25), dua tersangka perampok di rumah Supriyadi, dicokok di kediaman mereka masing – masing di Desa Gedung Batin, Sungkai Utara. Mereka dihadiahi timah panas di kaki kanannya karena, menurut polisi, melakukan perlawanan saat akan ditangkap.

“Suna‎rdi dan Imam Fauzi ini merupakan para pelaku yang melakukan perampokan di rumah Supriyadi, di Desa Negara Batin, Sungkai Utara pada 26 Desember 2015 silam. Karena melawan saat ditangkap, keduanya terpaksa kami lumpuhkan,” terang Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres, AKP Supriyanto, Sabtu (9/1).

Perwira menengah Kepolisian ini menuturkan, selain kedua pelaku, masih ada seorang  pelaku lainnya yang kini masih dalam pengejaran pihaknya. ‎

Pelaku yang kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) itu berinisial W. Akibat aksi perampokan tersebut, menurut Kasat, Korban harus merelakan uang senilai Rp45 juta, dua unit motor Honda Revo dan Beat, dan dua unit HP,

“Pela‎ku masuk dengan mendongkel pintu belakang. Setelah berhasil masuk, ketiga pelaku menodong korban dengan senjata tajam yang ada di tangan mereka,” kata dia.

Menurut AKP Supriyanto, penangkapan para pelaku berawal saat pihaknya mendapat informasi bahwa keduanya yang telah diketahui sebagai pelaku perampokan sedang berada di kediaman masing – masing. ‎

“Barang bukti yang diamankan dua unit HP. Sementara, dua unit motor hasil jarahan belum dapat diketahui lantaran sepeda motor – sepeda motor itu dijual oleh W yang kini buron,” terangnya.

Sementara itu,  tersangka Sunardi mengaku bahwa dirinyalah yang menjadi ‘sutradara’ dalam aksi perampokan tersebut. Alasannya, dirinya terlilit hutang untuk menebus motornya yang digadaikan. Kendati begitu, ia membantah jika dikatakan menggondol uang korban Rp45 juta melainkan hanya Rp2,4 juta. Sementara dari hasil perampokan termasuk hasil penjualan sepeda motor, ia hanya memperoleh Rp2,5 juta

“Saya dikejar hutang. Saya hanya dapat Rp2,5 juta. Uang yang kami ambil dari rumah korban hanya Rp2,4 juta dan saya baru sekali ini seperti ini (merampok,red),” kelit dia sembari menundukkan wajahnya.

Para pelaku akan dikenakan pasal 365 KUHP (Kitab Undang – Undang Hukum Pidana) dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara.

Loading...