Dua Polisi Dikeroyok Belasan Pemuda Gara-Gara Saling Tatap

9 tersangka pengeroyokan dua polisi di Bandarlampung.
Bagikan/Suka/Tweet:

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Kapolresta Bandarlampung, AKBP Murbani Budi Pitono,  mengatakan pengeroyokan Bripda Irvan dan Median yang dilakukan oleh 11 pemuda  dilatarbelakangi masalah sepele.

“Bripda Irvan dan Median dengan Yohanes alias Defri salah paham, mereka saling tatap lalu timbul cek-cok mulut saat di parkiran Center Stage (CS) Novotel,”kata Murbani melalui ponselnya, Minggu (6/11/2016) malam.

Murbani mengutarakan, pertengkaran tersebut, berlanjut hingga di Jalan Majapahit, Enggal samping supermarket Gelael saat dua anggota polisi terbut pergi dari tempat hiburan malam tersebut. Hingga akhirnya, berujung pengroyokan yang dilakukan oleh 11 pemuda terhadap dua anggota polisi tersebut.

“Akibatnya, Bripda Irvan mengalami lebam-lebam dan luka di bagian kepalanya. Saat ini, Bripda Irvan masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Bumi Waras,”ujarnya.

Sedangkan Bripda Median, kata Murbani, meski mengalami luka namun tidak lukanya tidak cukup serius. Saat ini, Bripda Median masih dalam pemeriksaan penyidik dan sebagai saksi. Selanjutnya, untuk 11 pemuda yang telah merusak mobil dan melakukan pengroyokan dua anggota polisi tersebut, masih dalam pemeriksaan intensif penyidik.

“Apakah akan dilakukan penahanan atau tidak terhadap 11 pemuda tersebut, penyidik masih memiliki waktu 1×24 jam untuk melakukan pemeriksaan,”terangnya.

Diberitakan sebelumnya, dua anggota polisi jadi korban pengroyokan yang dilakukan oleh 11 orang hingga babak belur. Pengroyokan tersebut, terjadi di samping toko wiralaba Gelael di Jalan Majapahit, Enggal, pada Minggu (6/11/2016) sekitar pukul 04.30 WIB.

Kedua anggota polisi yang menjadi korban pengroyokan tersebut adalah, Bripda Ivan Hananto (22) anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Lampung Timur dan Bripda Median Utami (22) anggota Polres Tanggamus.

Kemudian 11 pemuda yang telah melakukan pengroyokan terhadap dua anggota polisi tersebut, sudah ditangkap petugas Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandarlampung saat kejadian. Mereka yang ditangkap adalah, Yohanes als Defri, Adit, Panca, Nedi, Jona, Jodi, Feri, M. Reza, Denny, Daus dan Izal.

Dari kejadian tersebut, petugas menyita barang bukti satu buah besi panjang warna merah, dan dua buah batu yang digunakan mereka untuk menganiaya korban dan merusak mobil milik korban. Selain itu juga, petugas menyita satu unit mobil Nissan Juke warna hitam milik korban.