Dua Prajurit Kostrad Bersaksi di Sidang Kasus Mutilasi Anggota DPRD

  • Bagikan

Zainal Asikin|teraslampung.com

BANDARLAMPUNG-Sidang kasus pembunuhan dan mutilasi anggota DPRD Bandarlampung, M Pansor di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Selasa (20/12/2016). Dalam sidang lanjutan dengan terdakwa Brigadir Medi Andika tersebut, jaksa penuntut umum menghadirkan enam saksi.

Dari enam saksi yang dihadirkan, tiga orang saksi diantaranya adalah anggota Kostrad Cijantung. Namun baru dua prajurit Kostrad yang memberikan kesaksian, yakni Pratu M Ruslin dan Prada Salfianto.

Dalam kesaksisannya, Pratu Ruslin bersaksi karena ikut membantu menggadaikan mobil Toyota Kijang Innova milik Pansor. Ruslin mengenal Medi pada Februari 2016 silam saat di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta.

BACA: Ini Alasan Polda Lampung Sangat Yakin Brigadir Medi Andika Pembunuh dan Pemutilasi M. Pansor

Saat itu Ruslin bertemu dangan Medi di salah satu warung kopi, dari perkenalannnya tersebut, Medi dan Ruslin saling tukar nomor telephon. Sejak saat itulah, Ruslim dan Medi tidak lagi pernah berhubungan.

Kemudian pada tanggal 23 April 2016, Medi tiba-tiba menghubungi Ruslin. Saat itu, Medi meminta bantuan untuk menggadaikan mobil Toyota Innova sebesar Rp 45 juta.

“Saat itu Medi mengaku butuh uang untuk istrinya, dan mobil itu adalah miliknya,”jelas Ruslin.

Medi meminta Ruslin mengambil mobil tersebut, di daerah Mall Cimone, Tangerang. Selanjutnya, Ruslin berangkat bersama rekannya prajurit Kostrad. Berada di lokasi pengambilan, Ruslin ditemui dengan dua orang suruhan Medi. Lalu Ruslin dibawa ke salah satu ruko, untuk mengambil mobil Toyota Innova tersebut.

  • Bagikan