Beranda Budaya Pentas Dua Soneta Pablo Neruda

Dua Soneta Pablo Neruda

669
BERBAGI

SONETA LXXXIX

Jika aku mati, kuingin tanganmu di kedua mataku:
kuingin cahaya dan gandum dari jemarimu terkasih
sentuhan sejuknya sekali lagi akan mengusapku:
hingga kurasakan kelembutan yang mengubah takdirku.

Kuingin kau hidup saat aku terlelap menjagamu,
kuingin desau angin terus tertangkap oleh telingamu,
kuingin kau hirup aroma laut yang dulu pernah kita cinta,
langkahmu tenang manapaki pasir di bawah kita.

Kuingin yang kucinta dapat terus hidup, dan kau,
yang kucinta dan kunyanyikan di atas semua yang lain,
untuk semua itu, berkembanglah lagi, bungaku,

untuk meraih darimu semua yang dituntut oleh cintaku,
hingga bayangku dapat melintas di sela rambutmu,
hingga semua orang tahu alasan di dalam setiap puisiku.

SONETA XVII

Aku tak mencintaimu seolah kau mawar-rugosa, batuan topas,
atau panah bunga anyelir yang melayang terbakar di udara.
Aku mencintaimu serupa sesuatu dalam kegelapan yang pantas
dicintai, secara rahasia, antara bayangan dan jiwa.

Aku mencintaimu serupa flora yang tak kunjung mekar
tetapi membawa dalam dirinya cahaya dari bunga tersembunyi;
berkat cintamu kini memadat seharum wangian segar
tumbuh dari bumi, menetap secara gelap dalam tubuhku.

Aku mencintaimu tanpa tahu bagaimana, kapan, dan dari mana.
Aku mencintaimu secara lugas, tanpa kerumitan atau kebanggaan;
sebab tiada kutahu cara lain untuk mencintaimu

kecuali ini: saat kau tiada, aku pun tiada,
begitu dekat hingga tanganmu di dadaku tak lain tanganku,
begitu dekat hingga aku jatuh tertidur saat kaupejam matamu.

———
Dari 100 Soneta Pablo Neruda. Terjemahan Bahasa Indonesia oleh Ahmad Yulden Erwin, 2012 – 2015

Pablo Neruda (wikipedia,org)
Pablo Neruda (lahir di Parral, sebuah kota sekitar 300
km di selatan Santiago, Chili, 12 Juli 1904 – meninggal 23 September 1973 pada
umur 69 tahun) adalah nama samaran penulis Chili, Ricardo Eliecer Neftalí Reyes
Basoalto.
Neruda yang dianggap sebagai salah satu penyair
berbahasa Spanyol terbesar pada abad ke-20, adalah seorang penulis yang produktif.
Tulisan-tulisannya merentang dari puisi-puisi cinta yang erotik, puisi-puisi
yang surealis, epos sejarah, dan puisi-puisi politik, hingga puisi-puisi
tentang hal-hal yang biasa, seperti alam dan laut. Novelis Kolombia, Gabriel
García Márquez menyebutnya “penyair terbesar abad ke-20 dalam bahasa
apapun”. Pada 1971, Neruda dianugerahi Penghargaan Nobel dalam Sastra.
Pada masa hidupnya, Neruda terkenal karena
keyakinan-keyakinan politiknya. Sebagai seorang komunis yang vokal, ia pernah
sebentar menjadi senator untuk Partai Komunis Chili di Kongres Chili sebelum
terpaksa mengasingkan diri.
Nama samaran Neruda diambil dari nama penulis dan
penyair Ceko, Jan Neruda; belakangan nama ini menjadi nama resminya. (sumber: wikipedia.org).
Loading...