Dua Tahun Buron, Bandar Narkoba Diringkus di Rumahnya

Bagikan/Suka/Tweet:

Zaenal Asikin/Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG – Setelah dua tahun menjadi buronan, Heri Maryanto (29), warga Jalan Harimau, Kelurahan Sukamenanti, Kedaton Bandarlampung, akhirnya diringkus  Satuan Narkoba Polresta Bandarlampung,Senin (23/6). Heri ditangkap polisi  bersama tersangka lain, Rian Ardianto (20), warga Jl. Batang Hari, Kecamatan Batangharjo, Lampung

Kasat Narkoba Polresta Bandarlampung, Kompol Sunaryoto, menuturkan saat akan ditangkap kedua tersangka sedang bertransaksi sabu-sabu di sebuah rumah di Jl Harimau, Kelurahan Sukamenanti, Kedaton, Bandarlampung.

“Heri ,yang juga residivis kasus pencurian, memang target operasi kami sejak dua tahun lebih. Tersangka selalu lolos saat akan ditangkap, namun petugas terus melakukan pengejaran terhadapnya. Saat ditangkap, Heri bersama kurirnya, Rian, tengah mempersiapkan sabu-sabu untuk diedarkan di rumahnya. Keduanya berencana akan mengedarkan sabu-sabu, namun barang haram itu belum sempat diedarkan keduanya berhasil dibekuk,” tutur Sunaryoto kepada wartawan, Rabu (25/6)

Sunaryoto memaparkan, saat dilakukan penggeledahan terhadap kedua tersangka, petugas menemukan barang bukti berupa lima paket sedang sabu-sabu 19 gram, tiga plastik sisa pakai sabu, dua bungkus plastik klip bening, satu buah sendok sabu, pipet, timbangan digital, dan dua unit handphone nokia warna hitam.

“Barang semua barang bukti  itu, disimpan tersangka Heri di tas ransel merk Yamaha. Di dalam tas itu ada kotak telepon genggam warna putih yang terbungkus plastik warna hitam dan dilapisi lagi dengan plastik warna putih. Di dalamnya berisi sabu-sabu, “papar Sunaryoto.

Tersangka mengaku sabu-sabu tersebut didapat dari seorang rekannya berinisial ID (DPO). Satu minggu sebelum tertangkap, Heri mengaku baru bertransaksi dengan ID di bawah jembatan layang  Antasari  Bandarlampung.

Sementara tersangka Rian, karyawan di perusahaan rangka baja, tidak hanya bertugas sebagai kurir. Ia juga menjadi penampung sabu-sabu.

“Tersangka Heri ini, awalnya mengaku mendapat sabu dari ID hanya 3 ons, setelah kami periksa ada 19 gram. Diduga sebelumnya, barang haram itu sudah diedarkan oleh tersangka. Saat  barang datang, Heri langsung membawa ke Rian sebagai tempat penyimpanan,” kata Sunaryoto.

Kedua tersangka akan dijerat dengan Pasal 114 ayat 1 sub pasal 112 ayat 2 undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara selama-lamanya 20 tahun.