Beranda Hukum Narkoba Dua Tahun Zaini Bangun Jaringan Peredaran Narkoba di Lampung dari dalam Lapas...

Dua Tahun Zaini Bangun Jaringan Peredaran Narkoba di Lampung dari dalam Lapas Way Hui

432
BERBAGI
Tersangka Zaini alias Ropi, residivis pengedar narkoba yang diamankan petugas Tim Tekab 308 Polsekta Tanjungkarang Barat

Zainal Asikin|teraslampung.com

BANDARLAMPUNG–Tersangka pengedar narkoba, Zaini alias Ropi, mengaku selama dua tahun ditahan di Lapas Way Hui, Lampung Selatan, dirinya membangun jaringan peredaran narkoba di Lampung.

Ia ditahan selama dua tahun karena ditangkap petugas Satuan Reserse Narkoba Polresta Bandarlampung pada tahun 2013 silam, karena kasus kepemilikan satu butir ekstasi.

Ia kembali ditangkap polisi, Senin (24/7/2017) pagi sekitar pukul 04.00 WIB, saat membawa 60 butir pil ekstasi yang rencananya akan dijual kembali dengan tersangka.

“Saat itu (2015) saya menjalani hukuman empat tahun enam bulan penjara, dan baru keluar dari Lapas Way Hui sekitar 10 hari lalu,”ucapnya di Mapolsekta Tanjungkarang Barat, Senin (24/7/2017).

Dikatakannya, selama berada dalam Lapas Way Hui, Zaini mengakui bahwa dirinya berusaha membangun jaringan peredaran narkoba. Hal itu dilakukan Zaini, agar saat bebas dari Lapas Way Hui dirinya sudah memiliki jaringan peredaran narkoba.

“Saat sisa hukuman saya tinggal dua tahun lagi, di dalam Lapas itu saya belajar cara membangun jaringan narkoba dengan para napi kasus narkoba senior,”ungkapnya.

Zaini mengutarakan, barang bukti 60 butir ekstasi tersebut, di pesannya dari seorang bandar berinisial IS di daerah Bekasi. Cara memesannya, hanya melalui telepon. Satu butir pil ekstasi dibeli seharga Rp 120 ribu, dan akan dijual lagi ke pemesannya sebesar Rp 250 ribu/butirnya.

“Saat itu saya pesan ekstasi dengan IS sebanyak 3.000 butir, tapi baru dikirim dengan IS sebanyak 60 butir. Sisanya, akan dikirim lagi kalau ekstasi yang 60 butir itu sudah terjual,”terangnya.

Menurutnya, barang bukti ekstasi tersebut, dikirimkan IS melalui seorang kurir menggunakan kendaraan bus. Lalu ia mengambil ekstasi tersebut, di dekat Terminal Panjang.

Tim khusus antibandit (Tekab) 308 Polsekta Tanjungkarang Barat, meringkus residivis pengedar narkoba, saat akan transaksi di Jalan Mata Air, Kelurahan Mata Air, Kemiling, Senin (24/7/2017) pagi sekitar pukul 04.00 WIB.

Polisi menghadiahi tersangka dengan timah panas, karena berusaha melawan dan melarikan diri saat akan ditangkap.

Dari penangkapan tersangka, petugas menyita barang bukti ekstasi sebanyak 60 butir. Ekstasi itu, disembunyikan tersangka dalam bungkus Mie Sedaap dan disimpan disaku depan celana tersangka.