Beranda Hukum Kriminal Dua Terduga Pembunuh dan Pemutilasi Anggota DPRD Bandarlampung Ditangkap

Dua Terduga Pembunuh dan Pemutilasi Anggota DPRD Bandarlampung Ditangkap

178
BERBAGI
Ilustrasi

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Lampung  dikabarkan telah mengungkap kasus pembunuhan terhadap M Pansor anggota DPRD Bandarlampung yang jasadnya ditemukan dengan kondisi dipotong-potong (mutilasi) di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan. Bahkan polisi juga telah menangkap dua orang yang diduga terlibat dalam pembunuhan tersebut.

Informasi yang dihimpun teraslampung.com, dari kedua orang terduga pelaku yang ditangkap Polda Lampung berinisial MA di rumahnya. Diketahui, MA adalah seorang oknum anggota polisi. Sedangkan satu terduga pelaku lagi, berinisial TA warga Aceh.

Kapolda Lampung, Brigjen Pol Ike Edwin saat diwawancarai para awak media di Mapolda Lampung, mengenai penangkapan terhadap kedua terduga pelaku pembunuhan M Pansor, belum mau memberikan penjelasan. Menurutnya, saat ini penyidik masih mencocokkan data yang sudah didapat, dari hasil penyelidikan selama ini.

“Ya ini lagi diusahakan, untuk segera dipercepat pengumpulan datanya untuk dicocokkan,”kata Ike, Selasa (26/7/2016).

Namun, Ike enggan menjelaskan atau tidak mau menyebutkan, mengenai data yang dimaksud tersebut. Ike hanya mengatakan, bahwa datanya sedang dicocokkan dulu dengang Polda Sumateras Selatan.

“Data ini dengan data yang lain. Kalau memang sudah cocok, identitas dari pelaku baru bisa diketahui dan dipastikan,”ungkapnya.

BACA: Mayat Korban Mutilasi di OKU Timur Dipastikan Anggota DPRD Bandarlampung

Sementara salah seorang sumber yang enggan disebutkan namannya mengatakan, bahwa Direskrimum Polda Lampung bersama penyidik saat ini sedang ke Polda Sumatera Selatan dengan membawa beberapa barang bukti hasil penyelidikan.

“Barang bukti yang dibawa itu, satu pucuk senjata api jenis revolver kaliber 38, senjata tajam jenis golok, sandal, baju serta beberapa barang bukti lainnya,”ujarnya kepada teraslampung.com.

Menurutnya, barang bukti tersebut dibawa untuk dilakukan uji balistik dan perbandingan terhadap barang bukti yang ada di Labfor cabang Palembang, Sumatera Selatan.

“Hasilnya baru bisa diketahui, setelah diuji balistik dan perbandingan yang dikeluarkan oleh Labfor Cabang Palembang,”ungkapnya.