Beranda Hukum Kriminal Dua Tersangka Pembunuh Caleg PAN Mesuji Diringkus Polisi

Dua Tersangka Pembunuh Caleg PAN Mesuji Diringkus Polisi

1322
BERBAGI
F dan SA dihadirkan dalam ekspos perkara di Polresta Bandarlampung, Rabu,13 Februari 2019 (IST|ILS)

TERASLAMPUNG — Tekab 308 Polresta Bandarlampung meringkus K (22) dan SA (30), dua tersangka pembunuh calon legislatif (caleg) dari Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Mesuji, di Purwakarta dan Lampung, Minggu dan Senin, 13 dan 14 Februari 2019.

Korbam yang pernah menjadi anggota DPRD Mesuji 2009-2014 ditemukan tewas di depan pintu masuk Perumahan Citra Garden, Negeri Olokgading, Telukbetung Timur, Bandarlampung, Senin (1/10/2018) sekitar  pukul 20.00 WIB.

Reki tewas dengan kondisi sekujur tubuh luka memar serta ada bekas sabetan dan tusukan senjata tajam.

Kasubag Humas Polresta Bandarlampung, AKP Titin Maezunah, mengatakan kedua tersangka yang buron empat bulan.

“K, warga Jalan Setia Budi Kelurahan Negeriolok Gading, Telukbetung Barat,ditangkap pada Minggu 10 Februari 2019 di Desa Sukasari, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Sedangkan SA ditangkap di kediamannya pada Senin 11 Februari 2019 kurang-lebih pukul 13.00 WIB,” kata Titin, dalam ekspos kasus, Rabu, 13 Februari 2019.

Menurut Titin, setelah membunuh korban  Kurniawan melarikan diri ke Jawa Barat untu bersembunyi di rumah kerabatnya.

Titin mengatakan,korban dibunuh K dan SF bersama lima tersangka lainnya. Korban meninggal setelah dikeroyok dengan tangan kosong.

Dalam pemeriksaan polisi kedua tersangka mengaku mengeroyok korban karena jengkel mengetahui keponakan mereka dipukuli korban.

Pada malam kejadian, para tersangka mendatangi kedai milik korban setelah mendengar saudaranya dipukuli oleh korban. Menurut K dan SA, saat tiba di kedai milik korban, mereka melihat korban sedang memukuli saudaranya.

“Melihat hal tersebut, para tersangka memukuli korban. Ada yang menggunakan kayu dan bambu, ada yang dengan tangan kosong. Ada juga pelaku yang membanting korban. Lalu ada salah satu pelaku yang menusuk bagian perut korban dengan senjata tajam,” katanya.

Melihat korban terkapar bersimbah darah, para pelaku kemudian melarikan diri.

Para tersangka dijerat Pasal 338 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun, dan Pasal 170 ayat 2 dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun.

ILS|BBS

Loading...