Beranda Hukum Kriminal Dua Tim Gali Data Korban Mutilasi, Data Prinsip tentang Mayang Prasetyo tidak...

Dua Tim Gali Data Korban Mutilasi, Data Prinsip tentang Mayang Prasetyo tidak Ditemukan di Sekolahnya

272
BERBAGI
Tim Kementerial Luar Negeri RI saat mencari data tentang Mayang Prasetyo di SMA Bina Mulya Bandarlampung, Rabu (8/10) Foto: Teraslampung.com

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDAR LAMPUNG – Tim Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Bantuan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri Rabu (8/10) , melakukan penggalian terhadap kelengkapan data korban Febri Andriansyah alias Mayang Prasteyo yang  hingga kini belum terdidentifikasi kepolisian Brisbane, Australia.

Di Bandarlampung, Lampung, tim tersebut  mengumpulkan dokumen dokumen prinsip terhadap korban Febri Andrianysah alias Mayang Prasetyo (27) untuk proses pemulangan jenazah korban ke tanah air. Selain mewawancarai ibunda Mayang di Kelurahan Kedaton, Bandarlampung, tim juga menemui para guru di SMA tempat Mayang alias Febri menyelesaikan pendidikannya.

Sejauh ini, kepulangan jenazah korban Mayang Prastyo ke Tanah Air masih terkendala kelengkapan dokuemn prinsip korban. Misalnya sidik jari asli korban dan hasil tes DNA orang tua korban. Pihak kepolisian di Brisbane Australia hingga kini masih mengalami kesulitan mengidentifikasi  jenazah  korban karena saat kejadian tidak ditemukan dokumen identitas korban.

Ketika berkunjung ke Yayasan Pendidikan SMA  Bina Mulya Bandarlampung, tim  tidak menemukan data valid tentang Mayang Prasetyo. Di SMA tersebut,  Mayang bersekolah pada tahun 2004. Namun,  pihak sekolah tidak menemukan data prinsip korban karena pihak sekolah hanya memiliki data umum. Misalnya nama dan alamat serta asal sekolah.

Perwakilan Direktorat Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri, Julius Madakaka,  menuturkan, pihaknya melakukan pengumpulan data data prinsip korban untuk proses pemulangan jenazah korban ke Tanah Air.

Jenazah korban belum dapat dipulangkan karena pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Sydney Australia dan pihak Kepolisian Brisbane Australia belum berhasil mengidentifikasi jasad korban Mayang Prasetyo.

Menurut pihak Direktorat Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Indonesia Kemenlu RI, pemulangan jenazah  korban baru akan bisa dilakukan jika jenazah korban benar-benar dapat teridentifikasi sebagai Febri Adrianysah.

“Kami masih akan mencari dokumen prinsip korban termasuk mencari sidik jari yang korban yang diakui pihak keuarga tertinggal di kediaman korban di Gerobokan, Bali,” kata Julius Madakaka..

Sementara itu, Tim Dokter Bidang Kesehatan Kepolisian Daerah (Polda) Lampung Rabu (8/10) siang  melakukan tes DNA terhadap Nining Sukarni, orang tua korban dikediman kerabatnya di Jalan Onta Kelurahan Suka Menanti Kedaton Bandarlampung. Tes DNA ini dilakukan untuk melengkapi dokumen identifikasi jenazah korban di Brisbane Australia untuk dipulangkan ke tanah air.

Kasubdit Dokpol Bid Dokes Polda Lampung, Kompol Dr.I Nyoman Gautama, menjelaskan Polda Lampung melakukan pengambilan sampel darah dan bukal swap terhadap orang tua korban Nining Sukarni untuk dilakukan tes laboratirum dna di Mabes Polri di Jakarta. Tes DNA kemudian akan diserahkan ke pihak KBRI di Sydney Australia unutk dilakukan koordinasi kepada pihak kepolisian di Brisbane Australia agar jenazah korban segera dapat dipulangkan ke tanaha air.

Tes DNA orang tua korban masih akan menunggu hasil tes laboratorium DNA di laboratorium Mabes Polri di Jakarta dan diperkiarakan akan memakan waktu hingga sepekan ke depan.

Sejuah ini jenazah korban Febri Andriansyah alias Mayang Prasteyo belum dapat dipulangkan ke tanaha ir karena pihak kepolisian di Brisbane Autsralia masih belum dapat mengidentifikasi jenazah korban.

Loading...