Beranda News Nasional Dubes RI: Tidak Ada Uang Jaminan untuk Bebaskan Habib Rizieq Shihab

Dubes RI: Tidak Ada Uang Jaminan untuk Bebaskan Habib Rizieq Shihab

69
BERBAGI
Rizieq Shihab, menurut pengacaranya, pernah mengatakan bahwa ia berharap jika pulang, disambut massanya bagai Ayatullah Khomeini. (Foto: PACIFIC PRESS/LIGHTROCKET V via BBC)

TERASLAMPUNG.COM — Duta Besar RI untuk Arab Saudi mengaku tidak ada uang jaminan untuk membebaskan pimpinan Front Pembela Islam, Muhammad Rizieq Shihab, yang sempat ditahan otoritas Arab Saudi pada Senin (5/11/2018) pukul 23.30 waktu setempat.

“Kami melakukan pendekatan karena kita tidak bisa mengintervensi masalah hukumnya. Jadi yang kita lakukan adalah pendampingan kekonseloran saja,” ujar Dubes Agus Maftuh Abegebriel kepada Quinawati Pasaribu untuk BBC News Indonesia lewat sambungan telepon, Kamis (08/11).

Agus Maftuh menegaskan, yang dilakukan pihaknya adalah lobi-lobi dengan otoritas Saudi, tanpa menjelaskan dengan rinci .

Menurut Agus Maftuh, Rizieq Shihab diperiksa selama 28 jam dengan didampingi staf KBRI. Namun ia enggan mengungkapkan seperti apa pemeriksaan itu berlangsung dan pertanyaan apa saja yang dilancarkan otoritas Saudi kepada Rizieq Shihab.

Pihak KBRI, kata dia, hingga kini masih menunggu nota resmi dari Kementerian Luar Negeri Arab Saudi tentang kasus hukum apa yang menjerat Rizieq Shihab. Nota resmi tersebut dijanjikan akan dikirim secepatnya.

“Kami belum tahu terima nota resminya. Jadi kami nggak bisa menjawab dengan berandai-andai. Termasuk status hukum juga menunggu dari Saudi. Itu etika diplomatik yang harus kami pegang,” jelasnya.

Maftuh berharap, Rizieq Shihab hanya terkena masalah overstay atau izin tinggal. Jika seperti itu, maka KBRI tidak perlu mengirimkan pengacara.

Seperti diketahui, Rizieq keluar dari Indonesia sejak April 2017 dan memegang visa kedaluwarsa sejak 20 Juni lalu.

Bedasarkan informasi yang diperoleh KBRI, kata Agus Maftuh, Rizieq Shihab diperiksa dan sempat ditahan aparat Saudi terkait bendera hitam bertuliskan kalimat tauhid yang dipasang  dinding kediamannya di Mekah.

Bendera yang dilaporkan mirip dengan bendera ISIS yang terpasang di dinding belakang rumahnya di Mekkah juga sudah dicopot.

“Pada prinsipnya KBRI akan memberikan pendampingan kepada siapapun tanpa memandang kelompok apa, partai apapun,” jelasnya.

Berdasarkan penelusuran KBRI , diketahui tempat tinggal Rizieq di Mekah didatangi polisi pada Senin (05/11) sekitar pukul 08:00, “karena diketahui adanya pemasangan bendera hitam yang mengarah pada ciri-ciri gerakan ekstremis” pada dinding belakang rumah Rizieq.

Sesudah diperiksa oleh kepolisian Mekah, pada pukul 16:00, Rizieq dibawa ke kantor polisi oleh kepolisian Mekah dan badan intelijen umum Saudi, Mabahis ‘Ammah, dan ditahan selama proses penyelidikan dan penyidikan.

Setelah itu, Rizieq diserahkan kepada Kepolisian Sektor Mansyuriah Kota Mekah keesokan harinya, Selasa pukul 16:00.

Lalu malam harinya, pada pukul 20:00, Rizieq dikeluarkan dari tahanan kepolisian dengan didampingi staf KJRI. Namun tak jelas apakah ada uang jaminan yang dibayarkan kepada otoritas Saudi.

BBC

Loading...