Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Duga Rekeningnya Dibobol Pihak Asuransi, Warga Lampura Datangi Kantor BRI

Duga Rekeningnya Dibobol Pihak Asuransi, Warga Lampura Datangi Kantor BRI

221
BERBAGI
Ilustrasi|Tempo.co

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Merasa rekeningnya BRI-nya ‘dibobol’ tanpa seizinnya oleh pihak asuransi, Kasinem bersama suaminya mendatangi kantor BRI Cabang Kotabumi, Lampung Utara, Selasa (22/1/2019).

“Kami ke sini untuk meminta kejelasan mengapa uang yang sebesar Rp650 ribu di dalam tabungan kami itu bisa ditarik oleh pihak asuransi,” terang Iswanto, suami Kasinem usai mendatangi kantor BRI.

Kasinem menjelaskan, ‘raibnya’ uang di tabungan istrinya atas nama Kasinem xxx ini diketahui saat istrinya mendapat pesan SMS Banking bahwa telah terjadi penarikan uang sebesar Rp650 ribu pada dua hari yang lalu. Padahal, saat itu ia sama sekali tidak melakukan transaksi apapun.

“Berdasarkan keterangan Resty, Customer Service BRI ternyata dilakukan oleh pihak asuransi untuk kepentingan pembayaran asuransi yang diikuti istri saya,” jelasnya yang diamini oleh suaminya.

Kendati demikian, menurutnya, kenyataan ini jelas jauh berbeda dengan apa yang ditawarkan oleh pihak asuransi pada 14 Januari lalu itu. Saat itu, penelepon yang mengaku dari pihak asuransi menyatakan bahwa istrinya mendapatkan undian BRI Britama berupa asuransi jiwa gratis tanpa dipungut bayaran.

“Saya lupa nama asuransinya, mereka menawarkan asuransi gratis tanpa ada pungutan apapun. Karenanya tawaran seperti itu maka saya setujui,” ucap dia.

Untungnya, Kasinem mengatakan, pihak asuransi bakal mengembalikan uangnya karena ia keberatan dengan penarikan ‘sepihak’ tersebut. Pengembalian uang itu akan dilakukan dalam waktu 14 hari kerja.

“Hasil komunikasi pihak BRI dengan asuransi seperti itu,” terangnya.

Di sisi lain, Assisten Manager Operasional BRI Cabang Kotabumi, Leonard Afian kepada wartawan bahwa persoalan ini kemungkinan besar terjadi atas persetujuan pemilik rekening. Pemilik rekening jugalah yang memberikan akses data yang berujung persetujuan dengan pihak ketiga untuk melakukan transaksi.

“Tanpa persetujuan nasabah, sangat mustahil data dapat diakses apalagi melalukan transaksi keuangan,” tegas dia.

Loading...