Beranda Hukum Dugaan Jaksa Memeras, Polda Lampung Segera Kirim SPDP ke Kejati

Dugaan Jaksa Memeras, Polda Lampung Segera Kirim SPDP ke Kejati

176
BERBAGI

Zainal Asikin/Teraslampung.com

Ilustrasi

BANDARLAMPUNG – Dugaan pemerasan yang dilakukan oleh oknum jaksa di Kejati Lampung, terhadap seorang terpidana korupsi kredit fiktif BTN 2099, Pendi Hasanudin. Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung, memastikan akan segera mengirimkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung.

“Rencananya dalam waktu dekat ini, SPDP-nya akan segera kami kiriminkan ke Kejati Lampung,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Lampung, Komisaris Besar Purwo Cahyoko, Selasa (11/8).

Menurut Purwo,  sebelum mengirimkan SPDP itu, pihaknya masih harus melakukan gelar perkara terlebih dahulu untuk mengetahui apakah kasus tersebut layak ditingkatkan statusnya atau tidak.

“Hasil penyelidikannya kita gelar dulu, kalau memang layak untuk ditingkatkan maka kita akan terbitkan SPDP-nya dan segera mengirimkannya ke Kejati,”ujarnya. Baca: Kasus Kredit Fiktif Bank BTN Lampung. Kejagung akan Pecat Jaksa yang Terbukti Memeras Terdakwa

Purwo menjelaskan, dalam perkara tersebut, penyidik telah melakukan pemeriksaan seluruh saksi-saksi dari pihak pelapor. Sementara dari pihak terlapor, masih ada satu lagi yang harus dilakukan pemeriksaan untuk dimintai keterangannya.

“Ada dua dua orang jaksa yang kami periksa, satu masih bertugas di Kejati Lampung dan sudah diperiksa. Sementara satu orang jaksa lagi, sudah pindah ke Kejaksaan Agung (Kejagung). Tinggal yang di Kejagung inilah belum kami periksa, secepatnya akan kita panggil agar perkara ini cepat selesai,” terangnya. Baca: Kasus Kredit Fiktif BTN Lampung, Polda akan Periksa Jaksa yang Diduga Memeras

Sementara itu dihubungu terpisah, Kepala Subdit I Ditkrimum Polda Lampung, Ajun Komisaris Besar Teguh Nugroho menambahkan, pemeriksaan terhadap oknum jaksa berinisial AF yang bertugas di Kejagung secepatnya dipanggil.

“Suratnya pemanggilannya sudah saya buat, hanya menunggu petunjuk dari Pak Direktur saja kapan mau dikirimkan ke Kejagung untuk memanggil AF,”kata Teguh.

Dikatakan Teguh, untuk menetapkan tersangka dalam perkara tersebut tidaklah mudah. Penyidik, masih butuh bukti permulaan yang kuat. Akan tetapi, pihaknya sudah mengantongi siapa calon tersangkanya.

“Makanya, kami mau memeriksa Jaksa AF itu. Karena hanya tinggal dia (AF) saja yang belum kami periksa,”katanya.