Beranda Hukum Dugaan Jaksa Memeras, Polda Segera Tetapkan Tersangka

Dugaan Jaksa Memeras, Polda Segera Tetapkan Tersangka

169
BERBAGI

Zainal Asikin/Teraslampung.com

Ilustrasi

BANDARLAMPUNG-Dugaan pemerasan yang dilakukan oleh oknum jaksa Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung terhadap seorang terdakwa kasus korupsi, Pendi Hasanudin, akan segera ditindaklanjuto Polda Lampung.  Sebelum Ramadhan 2015, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung akan  menetapkan tersangka dalam kasus tersebut.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Lampung, Kombes Pol Purwo Cahyoko saat dikonfirmasi mengatakan, dalam perkara tersebut sejumlah saksi dari pihak pelapor (Pendi) telah selesai diperiksa. Dengan demikian, dalam waktu dekat ini, penyidik akan segera melakukan pemanggilan terhadap pihak terlapor untuk dimintai keterangannya.

“Saksi-saksi dari pihak pelapor ada sekitar enam orang yang sudah diperiksa untuk dimintai keterangannya. Rencananya, minggu depan kami akan panggil dan periksa pihak terlapornya,” kata Purwo melalui ponselnya kepada Teraslampung.com, Rabu (3/6).

Purwo juga menegaskan, dalam kasus tersebut, setelah memeriksa semua saksi-saksi dari pelapor dan terlapor. Maka, penyidik akan menggelar perkara untuk segera menetapkan tersangkanya.

“Ya kalau semuanya sudah diperiksa, maka kita akan langsungkan gelar perkaranya. Mudah-mudahan saja  sebelum bulan puasa nanti, sudah ada tersangkanya. Jadi tunggu sajalah nanti, kalau sudah ada perkembanggannya akan saya informasikan,” tegasnya.

Diakuinya, pada kasus dugaan pemerasaan tersebut, memang pihaknya sudah mengarah kepada tersangka. Sebab, dengan adanya dua alat bukti sudah cukup. Akan tetapi, harus tetap dilakukan gelar perkaranya.

“Kalau untuk tindak pidananya, sudah jelas dan ada. Untuk Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) nya, belum kami kirimkan ke Kejati. Karena, kita masih harus gelar perkara dulu. Jadi tunggu saja nanti habis gelar perkara,”terangnya.

Sementara itu, Kejati Lampung mengaku belum berani bersikap untuk memberikan sanksi kepada oknum jaksa yang diduga melakukan pemerasan terhadap terdakawa kasus korupsi, Pendi Hasanudin. Sebab, Kejati masih menunggu hasil penyelidikan dari pihak Polda Lampung.

“Kita belum bisa melakukan pemeriksaan terhadap oknum jaksa tersebut. Karena kita masih menunggu hasil penyelidikan dari Polda,”kata Kasi Penkum Kejati Lampung, Yadi Rachmat beberapa waktu lalu.

Diketahui sebelumnya, Pendi Hasanudin, seorang terdakwa kasus dugaan korupsi Kredit Usaha Rakyat (KUR) BTN ini melapor ke Polda Lampung, dengan laporan tindak pidana pemerasan yang dilakukan oleh oknum Jaksa Kejati Lampung.

Dugaan pemerasan tersebut, terungkap saat Pendi membacakan surat pembelaan (pledoi) di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang, pada Selasa (12/5) lalu, yang mengatakan bahwa dirinya dimintai sejumlah uang oleh jaksa agar tuntutannya menjadi ringan.

Karena tidak mau, Pendi akhirnya dituntut 4,5 tahun penjara.Tuntutan itu lebih berat dari tiga terdakwa lainnya yakni Nanang Murtanto, Casebintoro dan Harsani Merawi. Mereka, masing-masing
dituntut 1,5 tahun penjara.

Loading...