Beranda Teras Berita Dugaan Korupsi Dana Bansos Kematian: Banyak Data Dipalsukan

Dugaan Korupsi Dana Bansos Kematian: Banyak Data Dipalsukan

187
BERBAGI

M. Zaenal/Teraslampung.com

Ilustrasi korupsi

Bandarlampung—Untuk melancarkan aksi penilapan uang negaara dari pos Dana Bantuan Sosial Kematian Kota Bandarlampung tahun 2012, pelaku diduga memalsukan data. Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandarlampung berjanji segera menyeret beberapa pejabat untuk bertanggungjawab dalam kasus ini. Namun,semuanya masih menunggu hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Akibat pemalasuan data-data kematian tersebut, diperkirakan negara dirugikan sebesar Rp350 juta. Hal ini diketahui setelah penyidik usai memeriksa beberapa orang dari Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandarlampung, Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah (DP2KD), ahli waris penerima bantuan, ketua RT dan beberapa tenaga honorer dari Dinas Sosial yang berperan sebagai pemberi langsung.

“Pemeriksaan sudah dilakukan, mulai dari RT sampai ke pegawai honore di Dinas Sosial. Selain itu juga ada beberapa orang lainnya yang kami periksa. Mulai staf DP2KD sampai kadisnya. Semua sudah diperiksa. Baru kemarin kami mintakan ke BPKP untuk dihitung terkait kerugian negaranya. Tapi kalau untuk sementara, hitungan kasar kami kerugian negara mencapai sekitar Rp350 juta,” ujar Kasi Pidsus Kejari Bandarlampung, Dony Saputra,Selasa (15/4).

Dony menjelaskan,  Kejari terus menyelesaikan perkara tersebut meskipun Kepala Kejaksaan Negerinya tidak ada di tempat. Hanya saja, untuk memutuskan siapa saja tersangkanya kami tetap menunggu hadirnya pak Widiyantoro selaku Kajari.

“Kami terus menyelesaikan pemeriksaan berkas perkara tersebut. Kalau pemeriksaan juga sudah kita lakukan, termasuk Kadis DP2KD yang sekarang dan tidak menutup kemungkinan jika diperlukan, kadis yang lama bisa juga kita panggil dan diperiksa,” kata Dony.

Diketahui, sampai pemeriksaan sudah dianggap selesai mantan Kepala DP2KD Kota Bandarlampung, yakni Zaidirina masih belum dimintai keterangan terkait dengan perkara tersebut. Padahal,  dugaan korupsi dana bansos kematian tersebut, terjadi saat dirinya (Zaidrina) masih menjadi Kadisnya.

“Ya, kalau memang nanti diperlukan pasti kita panggil juga dia (Zaidrina-Red). Untuk sementara ini kan belum dan masih bisa dirasa cukup, keterangan dari Kadis yang sekarang. Pokoknya objektif saja, dan  semuanya tergantung  Kajari,” kata dia.

Loading...