Beranda Hukum Dugaan Korupsi Kios Mini di Dinas Kelautah, Berkas Anggota DPRD Bandarlampung Sudah...

Dugaan Korupsi Kios Mini di Dinas Kelautah, Berkas Anggota DPRD Bandarlampung Sudah P21

24
BERBAGI
Ilustrasi

Zainal Asikin/Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG – Setelah sempat lama hanya “bolak-balik” Kejaksaan –  Polresta, berkas kasus dugaan korupsi kios mini tahun 2012 senilai Rp300 juta pada Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Bandarlampung dengan tersangka Agus Sujatma (AS) akhirnya dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandarlampung.

Dengan begitu,  tak lama lagi oknum Anggota DPRD Kota Bandarlampung periode 2014-2019 itu, akan duduk dikursi pesakitan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tanjungkarang. Selain AS, berkas satu tersangka lainnya bernama Hendrik (rekanan) juga telah dinyatakan P21.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandarlampung, Widiyantoro, mengatakan setelah berkas AS dan Hendrik HD diteliti, tidak ada lagi yang perlu dilengkapi oleh penyidik Polresta Bandarlampung.

“Berkas tersangka kios mini atas nama AS dan HD sudah P21,”kata Widi, Selasa (25/8).

Widi mengutarakan, setelah penyerahan tahap pertama yang sudah dinyatakan lengkap, kini pihaknya tinggal menunggu penyerahan tahap keduanya penyerahan tersangka bersama barang bukti oleh pihak penyidik Polresta Bandarlampung.

“Saat ini, kita sedang menunggu pelimpahan tahap duanya. Yakni penyerahan tersangka dan barang buktinya,”ujarnya.

Usai penyerahan tahap kedua, Widi menjelaskan, pihaknya akan segera membuatkan surat dakwaan dan selanjutnya akan melimpahkan berkas tersebut ke Pengadilan untuk dapat segera disidangkan. Namun pihaknya belum bisa memastikan, apakah kedua tersangka AS dan HD akan dilakukan penahanan atau tidak, mengingat keduanya tidak ditahan oleh penyidik Polresta Bandarlampung.

“Masalah penahannya, kita lihat saja nanti. Apakah perlu dilakukan penahanan atau tidak. Karena pelimpahan tahap dua belum, Jadi ya tunggu saja,”katanya.

Diketahui, dalam perkara ini, Polresta Bandar Lampung menetapkan lima tersangka yakni Agus Sujatma, Hendirk, Ery dan Agus Mujianto serta Chandra. Namun untuk tersangka Agus Sujatma dan Hendrik terbilang alot, lantaran berkas selalu dikembalikan kejaksaan. Sementara tersangka Ery, Agus Mujianto dan Chandra (ketiganya sudah divonis).

Menurut penyidik Polresta Bandarlampung, para tersangka diduga melakukan korupsi secara bersama-­sama dalam pembangunan kios mini di DKP Bandar Lampung yang mendapat anggaran dari APBN dan dana pendamping APBD tahun anggaran 2012 sebesar Rp1,5 miliar.