Dugaan Mark-Up Anggaran Pengadaan Kertas Suara Pilkades Lampura, Ini Penjelasan Kadis PMD

  • Bagikan
Bupati Budi Utomo memantau pelaksanaan Pilkades serentak yang digelar di Desa ‎Kalibalangan, Abung Selatan, Rabu (8/12/2021)
Bupati Budi Utomo memantau pelaksanaan Pilkades serentak yang digelar di Desa ‎Kalibalangan, Abung Selatan, Rabu (8/12/2021)

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–‎Anggaran pengadaan kertas suara dan undangan pemilih untuk Pemilihan Kepala Desa serentak Lampung Utara dengan pagu paket Rp564.356.900,00 diduga sengaja digelembungkan. Indikasinya, proyek pengadaan itu ternyata dapat dimenangkan oleh sebuah perusahaan dengan nilai penawaran hanya sebesar Rp195.224.700,00.

Jika persentasekan maka nilai penawaran yang diajukan oleh pemenang lelang proyek pengadaan itu hanya sekitar 34,5 persen dari total pagu paket. Dengan dimenangkannya perusahaan penawar dengan harga tersebut maka ini menjadi isyarat bahwa biaya pengadaan kertas suara berikut undangan pemilih itu sejatinya tak sampai Rp200-an juta.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Lampung Utara, Abdurahman mengatakan, telah menyerahkan sepenuhnya proses lelang itu pada pihak ‎Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Sekretariat Daerah Kabupaten Lampung Utara.

Terkait alasan besarnya selisih pagu paket dengan nilai paket pengadaan yang dimenangkan oleh perusahaan pemenang lelang yang mencapai sekitar Rp369-an juta, ia kembali menjelaskan, Dinas PMD  sama sekali tidak terlibat dalam proses lelang tersebut.

“Kalau kami sudah sesuai prosedurnya. Seluruh proses lelang ada di BPBJ. Silakan tanyakan ke sana,” tuturnya, Sabtu (11/12/2021).

Sayangnya, Kepala BPBJ Lampung Utara‎, Chandra Setiawan belum dapat memberikan penjelasan seputar alasan di balik dimenangkannya proyek pengadaan itu o‎leh perusahaan dengan nilai penawaran terendah. Padahal, sebelumnya, ia sempat menyatakan bahwa penawaran terendah belum tentu dapat menjadi pemenang lelang.

Begitu pun saat ditanya apakah kualitas kertas suara berikut undangan pemilih akan tetap terjaga kualitas karena paket pengadaan itu dimenangkan oleh perusahaan dengan nilai penawaran hanya sekitar 34,5 persen dari pagu paket, Chandra belum dapat menjawabnya. Ia meminta waktu untuk menjawab hal tersebut.

“Belum bisa sekarang saya jawab. Nanti, saya minta bantu dengan pak Romi (Kasubbag Pengelolaan Barang/Jasa BPBJ)” tulisnya dalam WhatsApp-nya.

Berdasarkan laman Layanan Pengadaan Sistem Elektronik (LPSE) Lampung Utara, lelang paket pengadaan kertas suara dan undangan pemilih dengan nama paket Belanja alat/bahan untuk kegiatan kantor – bahan cetak dari DPMD Lampung Utara itu diikuti oleh sekitar 42 peserta. Dari ke-42 peserta itu, hanya sekitar 15 peserta ‎saja yang dievaluasi nilai penawarannya. Adapun nilai penawaran tertinggi untuk proyek itu nilainya Rp551.772.600,00, sedangkan nilai penawaran terendah sebesar Rp195.224.700,00. Belakangan nilai penawaran terendah dari CV ASJ inilah yang ditetapkan sebagai ‎pemenang.

  • Bagikan