Beranda Hukum Kriminal Dugaan Pelecehan Seksual, Oknum Dosen Dilaporkan ke Polda Lampung

Dugaan Pelecehan Seksual, Oknum Dosen Dilaporkan ke Polda Lampung

769
BERBAGI
Direktur Lembaga Advokasi Perempuan Damar Sely Fitriani bersama Tim Hukum Damar menjelaskan soal laporannya ke Polda Lampung terkait dugaan pelecehan seksual yang dialami seorang mahasiswa.
Direktur Lembaga Advokasi Perempuan Damar Sely Fitriani bersama Tim Hukum Damar menjelaskan soal laporannya ke Polda Lampung terkait dugaan pelecehan seksual yang dialami seorang mahasiswa.

TERASLAMPUNG.COM — Tim Kuasa Hukum Lembaga Advokasi Perempuan DAMAR, melaporkan dosen UNILA berinisial CE ke Polda Lampung yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap salah satu mahasiswinya berinisial DCL.

“Kasus ini sudah kami laporkan ke Polda Lampung sudah ada saksi – saksi yang dipanggil dan kasus ini sudah dinaikan ke tahap penyidikan, kami mengapresiasi kerja – kerja polisi kami harapkan secepatnya dinaikan ke tahap selanjutnya,” jelas Rio Saputra anggota tim pengacara dalam konpres di kantor Damar Selasa (7/8).

DCL adalah mahasiswi Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Fisika Universitas Lampung (UNILA) korban pelecehan seksual, yang diduga dilakukan oleh oknum dosen CE (inisial), yang merupakan dosen pembimbing skripsi korban.

“Dosen pembibing skripsi ini setiap clien kami akan melakukan bimbingan selalu dimulai kata – kata yang tidak ada hubungan dengan skripsi dan parahnya pada bulan November dan Desember si dosen melakukan tindakan pelecehan,” jelas Rio.

Sementara itu Divisi Penanganan Kasus Damar, Meda, menjelaskan pada awal bulan April korban DCL mendatangi kantor Damar menceritakan kasus yang dialaminya, selanjutnya kasus tersebut dilaporkan oleh Tim Hukum Damar ke Polda Lampung.

“Korban DCL trauma atas kejadian yang dialami makanya kami sepakat untuk melaporkan kasus ini ke Polda Lampung dengaan nomor Laporan Polisi : LP/B-671/IV/2018/SPKT, pada tanggal 24 April 2018,” jelas Meda.

Pada bagian lain, Tim Hukum Damar menyayangkan sikap UNILA dalam menangangi kasus ini, tim Hukum Damar meminta UNILA untuk menonaktifkan dosen CE namun hingga kini tidak ditanggapi.

“Kami sudah menyurati rektorat UNILA meminta agar CE dinonaktifkan tapi hingga kini tidak ditanggapi. Kemudia CE juga mendapat bantuan Hukum dari BKBH UNILA, pertanyaanya apakah CE orang tidak mampu,” ujar Peni Wahyudi salah satu Tim Hukum Damar.

Dandy Ibrahim