Dugaan Pengendapan Dana Klaim Covid-19 RSUR, Ini Hasil Akhir Audit Inspektorat Lampura

RSUD Ryacudu Lampung Utara
RSUD Ryacudu Lampung Utara
Bagikan/Suka/Tweet:

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Inspektorat Lampung Utara telah merampungkan audit khusus tentang dugaan permasalahan pengelolaan dana klaim Covid-19 di Rumah Sakit Umum H.M. Ryacudu, Kotabumi. Hasilnya, ‎pihak manajemen RSU dinyatakan tidak cermat dalam pengajuan dana klaim Covid-19 ke Kementerian Kesehatan.

“Hasil pemeriksaan didapati kesalahan dalam pengajuan dan penerimaan dana klaim Covid-19 oleh pihak manajemen RSUR,” terang Inspektur Kabupaten Lampung Utara, M. Erwinsyah melalui Inspektur Pembantu Khusus, M. Ridho Al-Rasyidi, Senin (23/5/2022).

Kesalahan itu terjadi diakibatkan oleh ketidakcermatan  pihak manajemen RSUR saat mengajukan klaim dana ‎Covid-19 pada Kementerian Kesehatan. Pengajuan klaim itu disampaikan melalui pihak Badan Penyelenggara Jaminan Sosial/BPJS. Dengan hasil ini diharapkan pihak manajemen RSUR dapat lebih cermat dalam melakukan verifikasi dan validasi data pengajuan klaim.

“Sistem pengendalian internal di RSUR harus ditingkatkan supaya tidak terulang di kemudian hari,” terangnya.

Ia menjelaskan, proses audit khusus mengenai permasalahan ini menghabiskan waktu lebih dari satu bulan. Pemeriksaannya dimulai sejak Februari hingga Maret lalu. Adapun pihak manajemen RSUR wajib menindaklanjuti hasil audit hingga enam puluh hari terhitung sejak laporan hasil pemeriksaan disampaikan.

“Kalau memang tidak ditindaklanjuti, tak menutup kemungkinan akan dilimpahkan ke aparat penegak hukum,” tegas mantan Sekretaris Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Lampura ini.

‎Audit khusus mengenai permasalahan dana klaim Covid-19 berawal dari adanya kabar mengenai dugaan pengendapan dana tersebut dan juga adanya dugaan manipulasi data sebagai persyaratan untuk pencairan insentif tenaga kesehatan bulan Maret-Agustus 2020

Indikasinya dugaan pengendapan sendiri diperkuar dengan temuan baru jika pembayaran insentif tenaga kesehatan RSUR tahun 2020 yang baru dibayarkan pada tahun 2022. Indikasi itu kian diperkuat dengan penyaluran insentif bulan Januari – Maret 2021 yang baru dilakukan pada bulan Desember 2021 lalu. Tak hanya itu, insentif tenaga kesehatan bulan Oktober – Desember tahun 2021 ternyata hingga kini masih juga belum disalurkan oleh pihak RSU H.M.Ryacudu. Padahal, anggaran untuk penyaluran insentif itu telah lama berada di kas RS tersebut.

Adapun dugaan manipulasi data sebagai persyaratan untuk pencairan insentif tenaga kesehatan bulan Maret-Agustus 2020 berawal dari pelayanan atas pasien Covid-19 d RSUR yang baru dilakukan sekitar Agustus atau September 2020. Anehnya, pembayaran insentif tenaga kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah H.M.Ryacudu Lampung Utara bulan Maret-Agustus 2020 diduga telah disalurkan ke para penerimanya.