Dugaan Pengendapan Dana Klaim Covid-19 RSUR Lampura, Ini Hasil Pemeriksaan Sementara Inspektorat

Kantor Inspektorat Lampung Utara
Kantor Inspektorat Lampung Utara
Bagikan/Suka/Tweet:

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Inspektorat Lampung Utara terus mendalami dugaan pengendapan dana klaim Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah H.M.Ryacudu. Sejumlah pihak yang diketahui mengetahui aliran dana tersebut telah mereka periksa.

“Kami sudah meminta keterangan dari pengelola keuangan, dan pengelola kegiatan, serta pengajuan klaim Covid-19 di RSUD H.M.Ryacudu,” jelas Inspektur Pembantu Khusus di Inspektorat Lampung Utara, M.Ridho Al-Rasyidi, Selasa (15/2/2022).

‎Tak hanya sekadar memeriksa, mereka juga telah mengumpulkan data terkait dana Covid-19 yang bersumber dari Kementerian Kesehatan. Data itu bersumber dari pihak Badan Penyelenggara Jaminan Sosial/BPJS dan RSUD. Hasil sementara yang disimpulkan bahwa insentif tenaga kesehatan RS memang telah dibayarkan.

“Insentif itu bersumber dari APBD dalam dokumen pelaksanaan angga‎ran Dinas Kesehatan yang bersumber dari Bantuan Operasional Kesehatan tambahan,” terangnya.

Kendati demikian, pihaknya juga menemukan fakta bahwa jasa pelayanan atas klaim Covid-19 memang belum disalurkan oleh pihak manajemen RSUD. Adapun alasannya dikarenakan masih belum adanya aturan yang mengatur tentang pembayaran tersebut.

“Ini kesimpulan sementara karena proses pemeriksaan masih berlangsung,” kata dia.

Sementara mengenai adanya dugaan penggunaan data fiktif dalam pengajuan pencairan insentif tenaga kesehatan bulan Maret-Agustus 2020, mantan Camat Sungkai Barat ini mengatakan, akan memasukkan materi tersebut ke dalam pemeriksaan selanjutnya. Sebab, fokus utama mereka saat ini masih dalam persoalan dana klaim Covid-19 sebesar Rp16 miliar.

‎”Di pemeriksaan selanjutnya akan kami masukan materi tersebut,” jelas mantan Sekretaris Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Lampung Utara tersebut.

Sebelumnya, Meskipun membantah adanya dugaan pengendapan atas dana klaim Covid-19 di RSU H.M. Ryacudu, Kotabumi, Lampung Utara, namun sejumlah temuan baru sepertinya justru menjurus ke arah sana. Indikasinya, insentif tenaga kesehatan RSUR tahun 2020 yang baru dibayarkan pada tahun 2022.

Indikasi itu kian diperkuat dengan penyaluran insentif bulan Januari – Maret 2021 yang baru dilakukan pada bulan Desember 2021 lalu. Tak hanya itu, insentif tenaga kesehatan bulan Oktober – Desember tahun 2021 ternyata hingga kini masih juga belum disalurkan oleh pihak RSU H.M.Ryacudu. Padahal, anggaran untuk penyaluran insentif itu telah lama berada di kas RS tersebut.

Belum selesai dengan persoalan ‎ini, RSUD H.M.Ryacudu kembali diterpa isu tidak sedap lainnya. Isu terbaru adalah dugaan manipulasi data sebagai persyaratan untuk pencairan insentif tenaga kesehatan bulan Maret-Agustus 2020. Indikasinya, pelayanan atas pasien Covid-19 d RS pelat merah itu barue dilakukan sekitar Agustus atau September 2020, namun ternyata insentif tenaga kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah H.M.Ryacudu Lampung Utara bulan Maret-Agustus 2020 diduga telah disalurkan.

You cannot copy content of this page