Dugaan Perkosaan Anak di Bawah Umur di Lamsel Hingga Korban Hamil dan Keguguran, Ini Hasil Penyelidikan Polisi

  • Bagikan
ilustrasi/@Tempo - Inda Fauzi

TERASLAMPUNG.COM, LAMPUNG SELATAN– Polsek Penengahan, Lampung Selatan, masih menyilidiki kasus dugaan pemerkosaan dan perdagangan orang dengan korban Mawar (bukan nama sebenarnya), 14 tahun, warga Desa Bakauheni, Kecamatan Bakauheni.

Akibat pemerkosaan tersebut, korban hamil dan mengalami keguguran. Polsek Penengahan sudah mengamankan terduga pelaku, Aml, seorang perempuan yang diduga menjual korban kepada pelaku pemerkosa. Status Aml masih sebagai saksi.

“Terduga pelaku Aml kami jemput dari Riau dan sudah kami periksa bersama lima saksi lainnya. Status terduga pelaku Aml, saat ini masih sebagai saksi,” kata Kapolsek Penengahan, AKP Setio Budi Howo kepada teraslampung.com, Sabtu (15/1/2022).

Menurut AKP Setio, berdasarkan hasil pemeriksaan terduga pelaku Aml dan lima orang saksi tersebut, selain minim alat bukti juga tidak ada kesinkronan mengenai kronologi kejadian yang diceritakan korban.

Kemudian, keterangan dari terduga pelaku tersebut, dikonfrontir dengan korban. Ketika dipanggil untuk dikonfrontir, korban tidak datang dan petugas langsung mendatangi korban ke kediamannya.

“Setelah kami konfrontir, ternyata korban merekayasa kejadian yang diceritakannya saat itu. Alasannya, karena takut ketahuan orangtua dan keluarganya. Saat dikonfrontir, disaksikan juga dengan ayah korban,”terangnya.

Keterangan lain yang didapat dari korban saat dikonfrontir itu, kata AKP Setio Budi Howo, korban sudah berhubungan dengan lima orang, satu terduga hubungan emosional yakni pacarnya dan empat terduga lainnya diduga masalah ekonomi.

AKP Setio mengaku saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman kembali terhadap kasus tersebut.

“Kami masih terus menyelidiki dan mendalami kasusnya, apakah lima terduga pelaku yang dikatakan oleh korban ini ada kaitannya dengan terduga Aml atau tidak,”tandasnya.

Diketahui sebelumnya, sorang anak di bawah umur, Mawar (bukan nama sebenarnya) usia 14 tahun, warga Desa Bakauheni, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan, Lampung, mengaku  menjadi korban perkosaan dan perdagangan orang pada tahun 2021 lalu.

Kepada teraslampung.com, korban Mawar (bukan nama sebenarnya) menceritakan kejadian yang dialaminya. Awalnya, ia diajak jalan oleh terduga pelaku seorang wanita berinisial Aml pergi ke rumah nenek pelaku di daerah Pematang Pasir. Tapi, Ia diajak nongkrong terlebih dulu oleh pelaku Aml ke Pantai Onar.

Korban mengaku mengenal terduga pelaku Aml, saat Ia masih bekerja di rumah makan di daerah Pematang Pasir karena dia (pelaku) tersebut tempat tinggalnya memang di sana (Pematang Pasir).

“Malam itu saya tanya  ke Mbak Aml (pelaku), kok ke pantai? Dia bilang kita santai saja dulu di sini (pantai),”kata korban dengan suara lirih karena masih merasakan sakit akibat pendarahan dan keguguran, Kamis (6/1/2022).

Namun sayangnya, korban tidak ingat mengenai tanggal dan bulan apa saat diajak pergi oleh terduga pelaku Aml tersebut. Korban hanya ingat harinya saja, yakni malam Kamis pada tahun 2021 lalu.

“Saya nggak ingat tanggal dan bulan berapa saat malam kejadian itu, saya ingatnya hanya malam Kamis aja dan itu masih tahun 2021 jauh sebelum tahun baru,”ujarnya.

Di Pantai itu, lanjut korban, pelaku Aml ini, menawarkan kepada dirinya agar mau menerima tawaran dan ajakannya untuk open booking online atau booking out (open BO, istila untuk prostitusi onlin–Red.). Karena kepolosonnya, korban tidak tahu maksud dari perkataan open BO itu. Mawar pun kembali menanyakan ke pelaku Aml maksud dari kata tersebut.

“Open BO itu, kamu (saya) ini ‘dipake’ orang terus dibayar. Kamu harus mau ya? Lumayan uangnya,”kata korban menirukan ucapan pelaku Aml.

Saat itu juga, korban pun menolak tawaran pelaku. Malam itu juga ia minta untuk diantarkan pulang. Takl ama dari pantai itu, malam itu juga ia diajak  Aml dan  seorang laki-laki yang tidak ia kenal pergi dengan mengendarai motor Yamaha Vixion. Mereka boncengan bertiga.

Mawar mengira akan  diantarkan pulang. Ternyata ia justru diturunkan di sebuah gubuk di tengah kebun di daerah Pematang Pasir.

“Di gubuk ditengah kebun itu, mbak Aml ini masih menyuruh saya untuk mau menerima tawaran open BO itu lagi. Kalau tidak mau, saya mau ditinggal di tengah kebun itu. Tapi saya tetap menolaknya,”ungkapnya.

Begitu Ia duduk, saat itulah kakinya langsung dipengangi kedua pelaku dan dadanya didorong hingga ia terjatuh. Meski sudah berontak, namun Ia kalah tenaga. Kamudian, kedua tangannya dipegangi pelaku laki-laki tersebut dan saat itulah Ia langsung dipaksa untuk menenggak minuman keras (miras).

“Mulut saya dipaksa dicekoki miras sama pelaku laki-laki itu, hingga saya tidak sadarkan diri lagi akibat dicekoki miras itu,”bebernya.

Ia baru tersadar Kamis paginya, dan dilihatnya ternyata celana dalam yang dikenakannya sudah tidak ada lagi. Selain itu, kemaluannya juga merasakan sakit.

“Pelaku laki-laki yang sudah memperkosa saya itu, saya nggak kenal siapa orangnya. Bahkan wajahnya seperti apa, saya juga nggak tahu karena dia (pelaku) pakai kacamata dan masker ditambah lagi suasananya gelap malam itu,”jelasnya.

Pada Kamis pagi itu, Aml menawari Mawar bekerja di Palembang. Mawar menolak dan  ingin pulang ke rumahnya. Tapi p Aml tetap mengajaknya pergi bersama seorang laki-laki lain lagi dengan mengendarai sepeda motor. Setelah itu, motor dititipkan di rumah saudara pelaku.

“Begitu motor sudah dititipkan, saya disuruh naik bus sama mbak Aml bersama laki-laki itu untuk ikut kerja di Sumatera Selatan. Selama satu bulan setengah, saya kerja jadi tukang masak di sebuah proyek di daerah Lahat,”kata dia.

Korban bisa pulang lagi ke rumahnya di Bakauheni dan bertemu keluarganya setelah diantarkan pulang dengan salah seorang pekerja di Palembang itu yang merasa kasihan dengan dirinya.

“Saya bisa pulang lagi, setelah saya diantar sama orang yang kerja di proyek tempat saya kerja masak di Palembang itu,”kata dia lagi.

Pasca-kejadian pemerkosaan itu dan selama ia berada di rumah selepas pulang dari Sumsel, Mawar tidak berani menceritakan kepada ayah dan juga kakak perempuannya mengenai kejadian yang dialaminya tersebut.

“Saya nggak tahu, kalau saya hamil akibat ulah bejat pelaku pada saat itu yang sudah mencekoki miras dan memerkosa  saya,”tandasnya.

Korban Mawar diketahui hamil, setelah korban merasakan sakit perut Selasa siang (4/1/2022) sekitar pukul 12.30 WIB dan korban dibawa keluarganya ke salah satu Puskesmas Rawat Inap di Lampung Selatan.

Begitu di Puskesmas, tak lama kemudian korban Mawar tiba-tiba mengalami pendarahan hingga keguguran. Dari situlah, ayah dan kakak perempuannya mengetahui kalau Mawar ternyata hamil.

Zainal Asikin

 

  • Bagikan