Dugaan Pungli dan Pemalsuan Surat di Pasar Perumnas Way Halim, Ini Kata Plt Direktur Utama PD Pasar Tapis Berseri

Pasar Perumnas Way Halim.
Pasar Perumnas Way Halim.
Bagikan/Suka/Tweet:

TERASLAMPUNG.COM — Plt Direktur Utama PD Pasar Tapis Berseri Kota Bandarlampung Edy Gulvari mengatakan di Pasar Permunas Way Halim diduga terjadi pungli dan pemalsuan surat.

“Kami sudah menerima laporan dari itu dari staf saya, mengenai langkah apa yang akan kami lakukan kami masih rapatkan,” kata Edy di kantornya Rabu 23 Maret 2022.

Edy Gulvari menjelaskan, dugaan pungli dan pemalsuan surat itu dilakukan oleh mantan Kepala Unit Pasar Perumnas Way Halim Masdar dan modusnya menerbitkan surat tugas kepada Suherni untuk menarik retribusi di pasar itu. Padahal Masdar sudah dinonaktifkan sejak Desember 2020 yang lalu.

“Dia sudah kami nonaktifkan atau kontraknya sudah tidak kami perpanjang sejak 31 Desember 2020. Setiap kepala unit di PD Pasar ini pegawai kontrak, saat dievakuasi kinerjanya tidak baik ya kita putuskan donk kontraknya,” jelas mantan Camat Tanjung Senang itu sambil memperlihatkan surat pemutusan kontrak Masdar.

“Apa dasar Masdar membuat surat keputusan untuk orang menarik retribusi kemudian dia juga membuat surat itu menggunakan kop surat Pemkot dan PD Pasar,” tambahnya.

Selanjutnya, teraslampung.com menghubungi Masdar di Pasar Perumnas Way Halim, sayangnya saat akan dikonfirmasi dia enggan menjawab.

“Saya no coment dululah,” katanya.

Sementara itu, Kepala Unit Pasar Way Halim Yovie mengatakan Masdar membuat SK juru tagih retribusi harian sejak 15 Maret yang lalu.

“Uang yang ditarik juru tagih itu disetorkan ke Masdar. Yang diangkat oleh Masdar itu juga juru tagih kita juga. Jadi kami untuk menghindari konflik ya tidak ikut nagih tapi yang pasti masalah ini sudah saya laporkan ke atasan,” katanya.

“Dampaknya kami (PD Pasar) ya dirugikan karena setoran dari retribusi itu tidak masuk ke kas,” tambahnya.

Dia menjelaskan, pemasukan PD Pasar Tapis Berseri Kota Bandarlampung dari retribusi harian itu mencapai Rp1,2 juta/harinya.

“Aturannya, juru tagih retribusi menyetor ke saya selaku kepala unit kemudian setiap hari senin seminggu sekali saya setor ke bendahara PD Pasar. Sehari dari retribusi kita dapat Rp1,2 juta jadi seminggu saya setor ke bendahara PD Pasar Rp8,4 juta,” ujar Yovie.