Dugaan Rekayasa Mesum-Penggerebekan City Spa, Cik Raden Jadi Tersangka

  • Bagikan

Zainal Asikin/Teraslampung.com

Kepala Badan Polisi Pamong Praja Kota Bandarlampung Cik Raden (tengah) saat mendatangi Polda Lampung untuk diperiksa terkait penggerebekan City Spa, 30 November 2015 lalu.

BANDARLAMPUNG – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Lampung, akhirnya menetapkan Kepala Badana Polisi Pamong Praja (Ban Pol PP) Kota Bandarlampung, Cik Raden sebagai tersangka dalam kasus rekayasa penggerebekan City Spa. Penetapan tersangka itu, setelah
penyidik Subdit II Ditreskrimum Polda Lampung melakukan gelar perkara, Selasa (23/2/2016).

Selain Cik Raden, penyidik Subdit II Ditreskrimum Polda Lampung juga telah menetapkan dua tersangka lain yang merupakan oknum anggota Pol PP Bandarlampung, Budi dan Asrin. Hal tersebut dikatakan oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Lampung, Kombes Pol Zarialdi, Selasa (23/2).

“Usai gelar perkara yang dilakukan penyidik, mempunyai cukup bukti yang kuat. Kami tetapkan tiga tersangka baru dalam kasus City Spa. Salah satunya adalah atasan tersangka Gusti, yakni Cik Raden,”kata Zarialdi.

Zarialdi mengutarakan, selain Cik Raden yang ditetapkan sebagai tersangka, pihaknya juga menetapkan dua tersangka lain yang diduga turut terlibat dalam rekayasa penggerebekan City Spa.

“Dua tersangka lain yang ditetapkan adalah, Budi dan Asrin keduanya merupakan anggota Pol PP Bandarlampung,”terangnya.


SIMAK: Terapis dan Pelanggan Terpergok Tanpa Busana di Kamar City Spa Bandarlampung

Namun, Zarialdi enggan menjelaskan, mengenai bukti apa saja yang membuat penyidiknya menetapkan Cik Raden, dan dua oknum anggota Pol PP Bandarampung tersebut sebagai tersangka.

“Karena saya lagi pendidikan di Jakarta, jadi belum bisa jelaskan. Yang jelas, saya sudah terima laporanya dari anggota yang melakukan gelar perkara dan menetapkan tiga tersangka itu. Intinya, ketiganya jelas memiliki kesepakatan dalam merencanakan rekayasa penggerebekan itu,”ucapnya.

Menurutnya, para tersangka itu, rencananya akan dilakukan pemanggilan kembali untuk dolakukan pemeriksaan dan dimintai keterangannya, pada Rabu (24/2/2016).

“Penyidik sudah langsung membuatkan surat panggilan untuk pemeriksaan tersangkanya. Rencana pemanggilannya, besok,”jelasnya.

Ketika disinggung setelah dilakukan pemeriksaan apakah pihaknya akan melakukan penahanan terhadap ketiganya, Zarialdi menyebutkan, pihaknya belum bisa menyimpulkan hal tersebut.

“Ya lihat bagaiman besok saja, saya hanya terima laporannya saja besok dari anggota,”ungkapnya.


BACA: Anggota Satpol PP Mengaku Penggerebekan City Spa Rekayasa Atasan

Zariladi menambahkan, pihaknya sudah menjalankan instruksi Kapolda Lampung, Brigjen Pol Ike Edwin terkait penanganan kasus dugaan rekayasa penggerebekan City Spa pada bulan September 2015 lalu.

Ungkap kasus rekayasa penggrebekan City Spa itu kembali menguak setelah tersangka Gusti Honorer Sat PP Kota Bandarlampung beserta Ayah dan pengacaranya mengadukan kasus yang menimpanya kepada Kapolda Lampung, Brigjen Pol Ike Edwin, pada Kamis (19/2/2016) lalu.

Dalam pengaduannya, selain menceritakan kronologi kejadian, Gusti juga meminta keadilan terkait dengan penetapan dirinya sebagai tersangka. Sedangkan, atasannya Cik Raden yang menyuruhnya dan dua rekannya yang juga turut terlibat, tidak ditetapkan sebagai tersangka.


SIMAK: Kasus City Spa,Polda Lampung Periksa Kepala Bapol PP Bandarlampung

Atas dasar pengaduan itu, Kapolda Lampung, Brigjen Pol Ike Edwin memerintahkan kepada para penyidik Ditreskrimum untuk mengungkap kasusnya dengan jangka waktu satu minggu.

Gebrakan Kapolda Lampung, Brigjen Pol Ike Edwin tersebut, terbukti setelah lima hari dan melalui
gelar perkara efektivitas penyidik terbukti tiga orang lagi ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Lampung terkait dengan rekayasa penggrebekan City Spa.

  • Bagikan