Beranda Hukum Dugaan Suap Rekrutmen Calon Anggota KPU, Komisioner KPU Lampung akan Dilaporkan ke...

Dugaan Suap Rekrutmen Calon Anggota KPU, Komisioner KPU Lampung akan Dilaporkan ke DKPP

165
BERBAGI
Ilustrasi uang/Tempo

TERASLAMPUNG.COM — Anggota Tim Seleksi KPU Lampung, Dr.Budiono, mengungkapkan adanya dugaan kuat penyuapan dalam rekrutmen (seleksi) calon anggota KPU Kabupaten Tulangbawang. Menurut Budiono, dua pelaku suap adalah anggota KPU Lampung berinisial ENF dan calon anggota KPU Kabupaten Pesawaran berinisial LP.

BACA: Erwan Bustami Ketua, Ini Pembagian Divisi KPU Lampung

“Korbannya calon Komisioner KPU Tulangbawang (Tuba) berinisial VY.  Melalui suaminya, VY telah menyerahkan uang senilai Rp100 juta kepada LP,” kata Budiono dalam konferensi pers di LBH Bandarlampung, Jumat (9/11/2019).

Budiono mengaku dirinya menjadi pelapor kasus ini karena mengetahui proses suap dan memiliki barang bukti.

Menurut Budiono, pada Minggu, 3 November 2019 pukul 6.30 WIB ia  didatangi GS, suami VL. Kepada Budiono GS mengaku bahwa istrinya ditelepon oleh salah satu calon komisioner yang sedang ikut seleksi.

GS diberi tahu bahwa istrinya itu tidak akan lolos sebagai anggota KPU karena berdasarkan data sipol (sistem informasi partai politik) dinilai sebagai anggota partai atau orang partai.

“Katanya, VL bisa lulus kalau menyiapkan uang kurang-lebih Rp150 juta,” kata Budiono.

Awalnya Budiono mengira bahwa halitu hanya kerjaan orang iseng atau oknum yang tidak bertanggung jawab dengan tujuan menipu.

Budiono menjadi yakin bahwa suap atau permainan uang benar adanya setelah ia ditunjukkan bukti rekaman.

“Di situ jelas, terlihat ada wajahnya (pelaku),” kata dia.

Menurut Budiono, lobi-lobi permintaan sejumlah uang terjadi di salah satu kamar Hotel Swisbell, pada 3 November 2019.

“Di salah satu kamar hotel terjadilah permufakatan antara ENF bersama LP dengan GS. Keesokan harinya (4 November 2019) GS menyerahkan uang Rp100 juta kepada LP di lobi Hotel Horison, Jl. Kartini, Bandarlampung. Bukti transaksinya ada di saya,” katanya.

Dengan bukti yang kuat, kata Budiono, ia dan LBH Bandarlampung akan melaporkan kasus suap dalam proses seleksi calon anggota KPU Tulangbawang itu ke DKPP dan Polda.

“ENF akan kami laporkan ke DKPP, sedangkan LP ke Mapolda Lampung,” katanya.

Sebelumnya, proses seleksi calon anggota KPU di beberapa daerah di Lampung mendapatkan kritik dari kalangan mahasiswa dan prodemokrasi.

Pada Senin, 7 Oktober 2019, puluhan mahasiswa dari Aliansi Pemuda Peduli Demokrasi Lampung berunjuk rasa di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Lampung untuk menuntut seleksi calon komisioner KPU kabupaten/kota se-Lampung ditunda. Para pengunjuk rasa menuduh proses seleksi calon anggota KPU kabupaten/kota se-Lampung diwarnai kecurangan.

Ahlun Nazar, koordinator aksi, mencontohkan beberapa kejanggalan yang mengindikasikan kecurangan dalamproses seleksi calon anggota KPU kabupaten/kota.

“Salah satunya, intervensi dari partai politik, khususnya di KPU Pesisir Barat. Lalu, praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) di sejumlah kabupaten/kota. Bahkan di Lampung Barat, ada peserta yang nilai computer assisted tes (CAT) tinggi, tapi tidak lulus. Sedangkan yang CAT-nya rendah malah lulus,”katanya.

Loading...